Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Foto : Gedung Aula Dinas Pengairan Sidoarjo

Sidoarjo-Memo. Sebanyak 54 pemilik  pengelola kafe dan karaoke yang beroperasi di wilayah Sidoarjo, hadir dalam kegiatan sosialisasi Rekreasi Tempat Hiburan (RHU)yang digagas oleh Satpol PP dan sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD)di Gedung Aula Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pengairan Pemkab Sidoarjo. Dalam materi sosialisasi tersebut membahas mengenai kegiatan Rekreasi Hiburan Umum (RHU) dan Peredaran Minuman Beralkohol.

Dalam sambutanya Kabid Disporabudpar,Prihatin menyampaikan, semua pengusaha atau pengelola tempat hiburan diharapkan segera melengkapi surat perijinanya.

"Kami minta paska sosialisasi ini, bagi yang belum memiliki izin silahkan mengurus izinnya," terang, Kabid Pariwisata, Disporabudpar Pemkab Sidoarjo, Prihatin.Senin (17/10).

Selain itu disela-sela sambutanya, perempuan berhijab yang akrab dipanggil Bu Pri ini meminta kafe dan karaoke di Sidoarjo tidak mempekerjakan anak dibawa umur, dengan memasang tulisan anak-anak sekolah dilarang masuk dan tidak menyediakan minuman beralkohol wajib dipasang di sejumlah lorong dan resepsionis.

"Kami minta para Pemandu Lagu (PL) yang menyaruh jadi pengunjung tidak menggunakan rok mini atau pakai super ketat. Karena Sidoarjo masih tergolong kota santri. Apalagi hal itu juga melanggar Perda No 10 Tahun 2008 tentang Kepariwisataan dan Perda Nomor 10 Tahun 2013 tentang Minuman Beralkohol (Minol)," imbuhnya.

Selain itu, Kafe dan karaoke harus rajin memperpanjang Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP) karena masa izinya berlaku selama 3 tahunan. Tidak hanya itu, semua Kafe dan Karaoke harus mengurus izin Tanda Daftar Perusahaan (TDP)."Kalau ada kendala dan keluh kesah silahkan disampaikan ke Pariwisata (Disporabudpar) untuk dicarikan solusinya." tambahnya.

Sedangkan Heru perwakilan Badan Perizinan dan Pelayanan Terpadu (BPPT) menilai TDUP itu penting. Karena izin hiburan itu pengajuannya sesuai dengan Perda Nomor 21 Tahun 2008 tentang Perizinan."Meski kami menangani 82 jenis perizinan, kalau ada pengajuan izin baru maupun perpanjangannya kami pastikan ada dilayani," tegasnya.

Sementara Ketua Persatuan Perhimpunan Hiburan Sidoarjo (PPHS) Yasin menilai ada 22 anggotanya seluruhnya memiliki izin berupa Surat Keterangan Penjualan Langsung (SKPL) minuman beralkohol Kelas A dari Kementerian Perdagangan (Kemendag). Hanya saja yang turun baru milik Salsa, CB, X2 dan Yayang Kafe yang keluar Tiga bulan lalu.

"Semuanya mengurus secara kolektif SKPL A itu, cuman turunnya tidak bersamaan. Kami keberatan izin yang kami urus keluarnya berupa kafe, live musik dan restoran. Padahal di Sidoarjo belum ada Bar. Ini harus menjadi evaluasi bersama termasuk TDP double untuk satu karaoke yakni ada izin restoran dan izin karaoke sendiri. pada intinya kami pengusaha Kafe dan Karaoke di Sidoarjo taat pada aturan."ucapnya, sambil mengakhiri bincangnya dengan memojatim. (yu/rif)

Posting Komentar