Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Foto : Treatrikal pengumpulan kartu pers dan kamera Jurnalis dengan ditaburi bunga

Sidoarjo-Memo. Aksi solidaritas terhadap kekerasan yang dilakukan oleh oknum TNI kepada wartawan NET TV di Madiun Jawa Timur terus bergulir dari berbagai pihak. Kali ini giliran Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan Forum Wartawan Sidoarjo (Forwas)  kabupaten Sidoarjo berunjukrasa di depan Monumen Jayandaru alun-alun Sidoarjo.

Mereka mendesak Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo mengusut tuntas oknum anggota TNI yang menganiaya wartawan di Madiun saat melakukan tugas liputan.

Aksi solidaritas wartawan ini dikomandoi oleh Ketua PWI Sidoarjo Abdul Rouf selaku Kordinator Lapongan,  aksi diawali dengan orasi di jalan Ahmad Yani  menuju kawasan alun-alun Sidoarjo. Sesampainya di Monumen Jayandaru, perwakilan wartawan berorasi dan melakukan teatrikal berupa pengumpulan kartu pers dan kamera jurnalis dengan ditaburi bunga sebagai simbol matinya kebebasan pers di Indonesia akibat ulah oknum anggota TNI.

Ketua PWI Sidoarjo, Abdul Rouf menyatakan bahwa aksi premanisme oknum TNI tersebut telah mencoreng semangat kebebasan pers yang telah dilindungi undang-undang sebagai penyampai informasi kepada masyarakat.

"Kami mendesak Panglima TNI, Jendral Gatot Nurmayanto segera turun tangan untuk membenahi perilaku anggotanya yang semena-mena dan pelaku supaya diberi sangsi sesuai hukum yang berlaku. Selain itu, mendorong Dewan PERS, PWI Pusat dan Komnas HAM untuk ikut mengawal penanganan kasus kekerasan terhadap jurnalis hingga tuntas," tegas, Rouf Senin (3/10).

Sekedar diketahui berawal  Sony Misdananto yang merupakan kontributor NET TV Madiun-Ponorogo saat itu tengah merekam sejumlah anggota TNI AD Yonif 501 Raider Madiun menghajar yang peserta konvoi dari Setia Hati (SH) Teratai , lantas Sony dibawah ke Pos dan pada saat itulah tindak kekerasan menimpa Sony terjadi mulai pengurasakan Kamera sampai pemukulan dan pengamcaman. (rif)

Posting Komentar