Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Surabaya-Memo. Ribuan macam cara bagi pelaku tindak kriminal untuk melancarkan aksinya dalam mencari korban, kali ini pelaku tindak kriminal yang berhasil diungkap oleh Unit Reskrim Polsek Genteng Surabaya, bisnis investasi bodong yang dikelola CV.Prayitno Investama Indonesia,yang beralamat di Gedung Bumi Mandiri Jl.Basuki Rahmat Surabaya. Penipuan berkedok Investasi ini berhasil diungkap lantaran laporan dari para korbanya ke Polsek Genteng.

Investasi bodong tersebut sudah berjalan sejak 2013 lalu dan memiliki jumlah investor sebanyak 200 orang dengan kerugian mencapai total Rp 22 miliar.

Diketahui pendiri CV Prayitno Investama Indonesia tersebut yakni Piping Agus sebagai Direktur Utama dan Yulianto sebagai Direktur. Dan hanya dua orang tersebut yang selama ini mengelola dan meyakinkan para investor untuk bergabung, kebanyakan adalah teman sekerja Piping di RS Premier.

Kanit Reskrim Polsek Genteng, AKP Hendra Krismawan mengungkapkan, praktek investasi bodong ini terbongkar setelah sejumlah korban melapor. Salah satunya adalah Septiana Ayu Dewita Sari, warga Jl.Sidodadi Gg.5 Surabaya.

"Ayu berinvestasi sebesar Rp 20 juta ke CV.Prayitno sejak 20 Mei 2016 lalu. Karena keuntungan yang dijanjikan tidak kunjung nyata, akhirnya korban melapor kepada Polisi," kata Hendra kepada memojatim Senin (24/10).

Modus yang dilakukan Piping adalah mengaku mempunyai perusahaan yang bergerak dibidang perdagangan komoditi valuta asing dan migas. Lalu Piping menjanjikan kepada korbannya jika mau investasi, maka korban akan diberikan profit (keuntungan) sebesar 25 persen dalam setiap bulannya.

"Setelah korban mentranfer uang, Piping hanya memberikan profit beberapa bulan saja. Setelah itu, keuntungan sudah tidak diberikan lagi oleh pelaku",jelas Hendra.

Sementara, satu korbannya lagi yang bernama Wahyudiriyanto, mengatakan,dirinya sudah berinvestasi sejak 28 Juli 2016. Pria asal Jl.Wonorejo 2 Surabaya tersebut menyetorkan modal sebesar Rp 20 juta.

Sama halnya dengan Ayu. oleh Piping , Wahyu dijanjikan keuntungan berlipat. Namun ternyata semua itu tidak benar hingga akhirnya melaporkan ke Polsek Genteng.

Atas perbuatanya kedua tersangka terancam Pasal 372 dan 378 KUHP tentang penipuan dan penggelapan dengan ancaman kurungan 7 tahun penjara. merasakan pengabnya hotel Prodeo tahanan Polsek Genteng.(ed/rif)

Posting Komentar