Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Ponorogo-Memo. Ulah oknum Guru Satu ini tak dapat ditiru. pasalnya,Guru Agama MTs (Madrasah Tsanawiyah) di Ponorogo,  berinisial MA (22th) dijebloskan tahanan, Jumat (14/10) karena melakukan pencurian. Parahnya, untuk menghilangkan jejak, pelaku yang  warga Desa Pijeran, Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo tersebut menjualnya secara online.

Hal itu, salah satu korban berhasil melacak keberadaan barang miliknya dari internet. "Saya tahunya malah dari online. TV LED saya yang raib dijual secara online," terang, korban, Muhammad Adib.

Pemilik warung kopi Hokya ini mengatakan, pencurian yang dilakukan MAS, pada hari Selasa (4/10) malam. Dan Esok harinya, Rabu (5/10), Adib mengetahui barang miliknya telah hilang, lantas menyebar pesan berantai melalui jejaring sosial fesbook bahwa telah kehilangan TV LED, kopi dan beberapa barang berharga.

Tak menunggu lama, Adib menerangkan, Rabu (5/10) malam langsung mendapat kabar bahwa TV LED nya dijual secara online. "Teman saya yang mengetahuinya. Setelah dicek memang benar itu TV saya. Tapi tidak ketemu sama tersangkanya," tambahnya.

Adib lantas melaporkan hasil temuannya. Tidak lama berselang, pelaku yang juga mahasiswa non aktif salah satu universitas di Ponorogo tersebut dibekuk oleh Sat Reskrim Polres Ponorogo.

Oknum guru Agama itu melakukan aksi pencurian dengan pemberatan (curat) di 9 TKP, salah satunya di Pondok Soboguno Jalan Pramuka dengan barang bukti notebook Lenovo, Sekretariatan UKM Universitas Muhammadiyah Ponorogo dengan barang bukti laptop Toshiba, Komisariat PMII Kampus Insuri dengan barang bukti printer Cannon.

Juga melakukanpencurian di RS Arisalalah Purbosuman dengan barang bukti Notebook Acer, Kontrakan belakang Universitas Muhamadiyah Ponorogo dengan barang bukti Laptop Toshiba, Kontrakan Aji dengan barang bikti Laptop Toshiba, kontrakan belakang Universitas Muhamadiyah Ponorogo dengan barang bukti Notebook Acer dan cash handphone merk samsung serta masih banyak lagi. (ed)

Posting Komentar