Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Foto : M Yudi Basyian menunjukan docemen miliknya

Sidoarjo.Memo-Salah Satu Ahli Waris M Dahlan.Cs yakni M Yudi Bastian (39) warga RT 03, RW 01, Desa Tlasih, Kecamatan Tulangan Kabupaten Sidoarjo, melaporkan Mariono Cs dan Hadi Suwandi ke Satuan Reskrim, Polres Sidoarjo. Pasalnya, dari kubu M Yudi Bastian tak terima lahan dan bangunan seluas 202 meter persegih yang ada di JL Raya Tulangan.tepatnya sesuai Letter C No 156 Persil 8 Kelas D-1 dibongkar oleh Mariono Cs yang diduga atas perintah H.Suwandi. Padahal, lahan dan bangunan itu masih dalam posisi sengketa antar ahli waris.

 "Kami terpaksa melaporkan pembongkaran itu, karena tanah dan bangunan masih dalam posisi sengketa," ungkap, M Yudi Bastian yang tak lain ahli waris Mas'ah.minggu (16/10) saat ditemui oleh memojatim.

 Selain itu, kata Yudi pihaknya juga keberatan atas rencana penyertifikatan tanah itu ke Badan Pertanahan Nasional (BPN) melalui notaris yang dilaksanakan Abd Rochman warga RT 01, RW 02, Desa Tlasih, Kecamatan Tulangan dengan dasar Ikatan Jual Beli (IJB) ke salah satu ahli waris yang diadakan disalah satu  Notaris yang ada di Surabaya.tak lain memakai Surat keterangan waris dari mojokerto.hal ini sudah melanggar hukum.pasalnya.surat kematian aslinya di desa Tlasih.bukan di mojokerto

 "Kami memintah seluruh pihak berwenang untuk menyelesaikan sengketa lahan sebelum adanya sertifikasi. Apalagi ada yang membongkar lahan seluas 202 meter persegi dibongkar. Ini masuk penyerobotan dan perusakan. Makanya kami laporkan ke Polres Sidoarjo,"tandasnya.

 Sekedar diketahui. Dalam kepemiikan tanah dan bangunan itu pihak  Yudi juga memiliki berbagai dokumen dan buktinya yang sah, Diantaranya Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang (SPPT), letter C, surat pernyataan pemilik awal lahan Mis'ah dan surat keterangan ahli waris.

 "Kalau lahan dan bangunan masih sengketa tak seharusnya ada pembongkaran dan lainnya. Apalagi, pengajuan sertifikat, namun sekarang  bangunan yang dibongkar itu bangunan Misnan Buchori orangtua kami,"tegasnya.

 Sementara Kepala Desa (Kades) Tlasih, Untung Suyitno mengakui jika lahan dan bangunan yang dirobohkan itu masih dalam sengketa ahli waris. Menurutnya, saat pembongkaran itu pihak desa tak diberitahu lantaran ada rapat di Kecamatan Tulangan.

  "Seharusnya kalau lahan itu masih sengketa ahli waris, objek sengketa tak boleh diapa-apakan. Kami pun sudah membuat surat keterangan agar kasus sengketa itu dirundingkan antar ahli waris termasuk pembeli lahan yang membeli dari salah satu ahli waris,"tegas, Kepala Desa Tlasih Untung Suyitno.( yud/rif)

Posting Komentar