Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement


Foto : Kombespol Anwar Nasir menerima mandat dari Kapolda Jatim, Irjen Anton Setiadji mencoba motir trail bantuan dari Pemkab Sidoarjo. (kmd)

Sidoarjo-Memo. Perubahan Polres Sidoarjo menjadi Polresta Sidoarjo, resmi disahkan langsung oleh Kapolda Jatim, Inspektur Jenderal Polisi Anton Setiadji, Jumat (21/10)pagi.

Berubahnya Polres menjadi Polresta tentu juga terjadi perubahan disisi puncuk pimpinan itu sendiri. Yakni, Anwar Nasir yang sebelumnya berpangkat Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP), kini berubah menjadi Komisaris Besar Polisi (Kombespol).

Tak hanya itu, beberapa jabatan lain juga terjadi perubahan pangkat yang menyesuaikan. Perubahan jabatan dan pangkat ini terutama pada Kepala Satuan (Kasat) yang sebelumnya dijabat dengan pangkat AKP (Ajun Komisaris Polisi), kini yang menduduki jabatan tersebut pangkatnya Komisaris Polisi (Kompol).

Dalam peresmian ini turut hadir pada pula, Bupati Sidoarjo H Saiful Ilah, dan  beberapa perwira tinggi dari jajaran Kepolisian Polda Jatim dan Polresta Sidoarjo, serta sejumlah forkopimda setempat.

Dalam sambutannya Bupati yang akrap disapa Abah Ipul, Bahwa pihaknya sangat mengapresiasi atas perubahan status dan pelantikan pangkat baru tersebut, bantuan 16 Unit Motor Trail merk Kawasaki KLX tersebut diserahkan secara simbolis.

"Kini Sidoarjo naik satu tingkat, saya pun kagum dengan berubahnya peringkat status ini," ucap, Bupati Dua priode ini.

Menurut Aba Ipul, dengan dirubahnya status Polres menjadi Polresta, ia berharap bisa membantu untuk menentukan Sidoarjo kedepan. Sementara ini, terdapat 16 unit motor yang telah diberikan oleh Pemkab kepada Polresta Sidoarjo. Dengan begitu, diharapkan bisa menjadi sarana dalam memudahkan pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih baik lagi.

"Nantinya, akan ada bantuan serupa dengan jumlah 60 unit lagi. Yang mana akan direalisasikan di tahun 2017," janjinya ditengah-tengah sambutanya.

Sementara itu, orang nomor Satu di Jawa Timur dalam sambutanya, Kapolda Jatim Irjen Anton Setiadji mengatakan, Sidoarjo mempunyai nilai kerawanan cukup tinggi. Sebab, selain sebagai daerah industri, Sidoarjo juga sebagai penyangga kota Surabaya. Oleh karenanya, Polresta Sidoarjo memiliki peranan yang sangat penting dalam memberikan perlindungan dan pengayoman pada segala bentuk situasi  pengamanan terhadap masyarakat.

"Dasar penilian dari Mabes Polri, melihat dari jumlah penduduk dan Kota Sidoarjo ini adalah penyangga Kota Surabaya, makanya tipologi naik menjadi Polresta," paparnya, dihadapan para perwira tinggi jajaran Polda Jatim dan sejumlah Forkopimda di halaman Polresta Sidoarjo.

Anton menambahkan, secara organisasi struktur akan disesuaikan. Sehingga secara otomatis kapolrestanya juga akan naik setingkat menjadi melati tiga. Dengan menjadi status polresta, diharapkan kwalitas pelayanan semakin ditingkatkan dan menjadi lebih baik.

"Jangan malah mempersulit, tapi harus semakin mengedepankan pelayanan terhadap masyarakat. Rangkul tokoh agama, militer maupun sipil untuk menjaga keamanan dan ketertiban Sidoarjo," tuturnya.(kmd/rif)

Posting Komentar