Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Foto : Warga membawa keranda mayat sebagai bentuk matinya trasparansi dalam ke pemimpinan Elok Suciati

Sidoarjo-Memo. Ratusan warga Dusun Mlaten Desa Sidokepung Kecamatan Buduran Sidoarjo, sekitar pukul 08.00 WIB. pada hari Selasa (18/10) ngeluruk ke Kantor Desa Sidokepung. Warga  menuntut Kepala Desa Elok Suciati untuk mundur Lantaran Diduga melakukan penjualan tanah Gogol sekitar tahun 2013 lalu ke salah satu PT Cahaya Fajar Abaditama (CFA)yang kini telah dibangun Rumah Premium Green Hill. Warga Dusun Mlaten Desa Sidokepung menuding Kades telah mengadakan Ikatan Jual Beli( IJB) sementara dengan PT CFA.

Dalam aksinya, warga membawa keranda mayat sebagai bentuk lemahnya transparansi. Puluhan poster berisi hujatan seperti "Elok Nasibmu ada di tangan warga..!!!, Elok Sudah tak punya hati Nurani, Rakus, kami warga merasa menyesal telah memilih Elok,". 

"Kami minta Kades terbuka soal penjualan tanah eks gogol gilir yang dijual ke Perum Green Hill Tahun 2013 lalu," terang, Selamet Hariyanto Koordinator Aksi, dalam orasinya.

Slamet menambahkan selama ini pihak desa tidak transparan atas jual beli lahan tersebut. Menurutnya, tanah yang dijual ke PT. Cahaya Fajar Abaditama masih tersisa sekitar 1 hektar, namun pihak desa tidak bisa menjelaskan secara gamblang.

"Menurut perhitungan gambyangan (perkiraan) ada sekitar 1 hektar yang masih tersisa. Tapi tak ada penyampaian apapun dari desa. Pengukuran itu dilakukan pakai sepeda motor,"ungkapnya.

Selain itu, warga mengharapkan agar kepala desa mengumumkan berapa luasan tanah yang dikuasai oleh PT. Cahaya Fajar Abaditama yang mana saat ini sudah menjadi perumahan Gren Hill.

"Kita minta salinan dokumen yang berkaitan jual beli tanah Grogol hilir yang dikuasai PT. Cahaya Fajar Abaditama," tandasnya.

Sementara, menurut salah seorang warga, Dwi Lukas Ari (35) mengaku, dari jumlah total 9,4 hektar lahan tanah Grogol hilir yang dijual kepada pengembang, hanya dijual sekitar 8,3 hektar. Sedangkan sisanya hingga kini masih misterius.

"Kami minta pengukuran ulang. Agar semua warga tahu berapa luas lahan yang sudah dijual. Kepala desa harus memberi rekomendasi kepada BPN agar bisa dilakukan pengukuran ulang," tambah Dwi.

Sementara, Kepala Desa Sidokepung, Elok Suciati menanggapi tuntutan warga, mengatakan bahwa penjualan lahan eks Grogol hilir sudah selesai dan tidak ada masalah hukum apapun. Menurutnya, penjualan itu semua diserahkan kepada notaris.

"Sudah tidak ada masalah. Harusnya warga tanya ke Notaris. Karena yang mempunyai kesepakatan waktu itu warga dan notaris. Kades hanya sebagai saksi,"dalih, Elok.

Dihadapan warga, Elok menambahkan dirinya siap diproses secara hukum jika memang terbukti kalau dia bersalah. (yud/rif)

Posting Komentar