Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Foto : pelaku (AKA) saat diapit oleh petugas

Surabaya-Memo. Himbauan bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati didalam membeli atau mengkredit rumahh murah ataupun tanah melalui Developer. Pasalnya, kini banyak terjadi Developer abal-abal alias palsu seperti yang berhasil diungkap oleh Unit Diskrimmum Polda Jatim.

Kali ini kasus yang berhasil diungkap oleh Ditreskrimum Polda Jawa Timur beserta jajaranya masuk dugaan tindak pidana penggelapan dan pemalsuan surat atau memberikan keterangan palsu di akta otentik dengan tersangka berinisial (AKA), sebagai Direktur PT SPI, dengan  alamat Sidoarjo. Kasus itu memakan 63 orang korbam dan yang sudah melaporkan ke Polda Jatim baru 9 orang dari  Polrestabes Surabaya 2 LP, Polresta Sidoarjo 12 LP dengan total kerugian  Rp 10 miliar.

Kasubdit I AKBP Cecep Ibrahim menyampaikan. ,"kronologis kejadian berawal para korban berniat mencari rumah murah di daerah Surabaya, di mana para korban mendapatkan informasi lewat internet dan brosur yang disebar oleh pelaku bahwa ada perumahan murah yaitu Perum Grand Paradise Di Medokan Ayu Rungkut Surabaya."terang, Kasubdit I AKBP Cecep Ibrahim pada media (26/10).

Masih Cecep, Selanjutnya para korban menghubungi marketing kemudian para korban diajak kelokasi oleh marketing, setelah terjadi kesepakatan untuk membeli rumah Grand Paradise,  maka para korban oleh pihak marketing diminta untuk membayar uang tanda jadi.

,"Namun apa yang dijanjikan oleh PT SPI selaku developer bahwa lokasi yang akan dijadikan perumahan tersebut Maret 2016 dan pada bulan januari 2017 akan ada penyerahan kunci rumah, namun sampai bulan Juli 2016 di lokasi perumahan tidak ada kegiatan pekerjaan dan pada pertengahan bulan Juli 2016 para korban datang ke kantor pemasaran namun kosong dan tidak ada aktifitas serta nomer para marketing tidak bisa dihubungi."ungkapnya.

Barang bukti yang disita  IJB atas nama Notaris Dyah Nuswantari Ekapsari, Kwitansi, Surat pemesanan rumah, Surat pernyataan kesepakatan pesanan rumah, Brosur dan denah lokasi perum grand paradise, Surat kuasa dari notaries dan PPAT Dyah Nuswantari Ekapsari dan Bukti setor bank.

Akibat perbuatannya tersangka dijera pasal 378 KUHP dan atau Pasal 372 dan atau 226 KUHP dan atau 263 KUHP.

Sementara Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes RP Argo Yuwono ketika dikonfirmasi membenarkan keberhasilan anggota mengungkap kasus tersebut. Sampai berita ini diturunkan. (rif)

Posting Komentar

  1. Ini developernya Ahmad khoiril anwar & istrinya nunuk sri wulandari beserta notaris Dyah N.K memang sudah berniat tidak baik uang pembelian rumah tidak ada d kembalikan k yg berhak sesen pun, saya berharap Tuhan melindungi yg terdzalimin dan membalas perbuatan Developer. Apalagi developer nya bebas bersyarat miris rasa nya dengan prosedur Hukum kita. 😡

    BalasHapus