Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement


Surabaya-Memo. Kembali Direktorat Kriminal Khusus Polda Jawa Timur pamer keberhasilan, menggagalkan Ilegal Fishing di Desa Kedung Waru, Kabupaten Tulungagung. Satu tersangka yang berhasil ditangkap ialah DA alias BLS (45) warga Dusun Ketawan Desa Tasikmadu, Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek, Senin (10/10).

Dirreskrimsus Kombes Pol DRS. Adityawarman, MSI menyampaikan Tersangka DA membeli benur (Baby Lobster) dari pengepul di Prigi Trenggalek, lantas benur dimasukkan kedalaman kantong plastik bening sebanyak 250 ekor. Kemudian, Benur di beri oksigen lalu dimasukkan kedalaman karton untuk dikirim ke Surabaya dengan menggunakan mobil Avanza warna putih bernopol AG 448 YH dengan pengemudi WN .

"Pada saat melakukan transaksi/pemindahan petugas melakukan penangkapan terhadap DA, bahwa benih Lobster dijual dengan harga 50 ribu satu ekor dan akan dikirim ke Singapura dan Vietnam," terang, Kombes Pol Adityawarman, Rabu (12/10)pada media.

Ditempat yang sama dari Dinas Perikanan dan Kelautan Jawa Timur Wiwiet Supriyono menyampaikan terimakasi kepada Polda Jawa Timur atas kepedulianya ikut menjaga kelestarian sumber alam ini.

"Untuk mencegah terjadinya kasus ilegal fishing kembali, kami akan sosialisasikan terus kepada masyarakat khususnya pelaut, pasal 100 jo pasal 7 ayat (1)UU RI Nomor 31 tahun 2004 tentang perikanan."jelas, Wiwiet Supriyono.

Petugas berhasil mengamankan tersangka juga barang bukti diantaranya, 54.000 (Lima puluh empat ribu) benih Lobster jenis mutiara dan pasir, 1 (Satu) buah tabung oksigen, 1 Kardus es batu, 1 Pack plastik bening, 1 buah jerigen 20 liter, 1 buah aerator/gelembung udara, 5 buah handphone, 1 buah buku pemasukan dan pengeluaran, 4 Buah dompet dan satu buah penggaris besi.

Andreono pengawas konservasi laut DKP Provinsi Jatim menambahkan, "Undang-undang RI Nomor 31 tahun 2004 tentang perikanan. Adanya pelarangan penangkapan community poster kepiting dan Rajungan yang nanti kedepannya juga bisa menyampaikan kepada pengepul maupun penangkap, agar jangan ditangkap karena sudah dilarang apalagi dijual,"tambahnya.

Menurut pengakuan tersangka DA. "Saya baru 9 kali mengirim benih Lobster dan saya hanya mendapatkan upah 5000 (Lima Ribu Rupiah) per ekor,"terang, tersangka.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya tersangka akan dikenakan Pasal 86 ayat (1) jo Pasal 12 ayat (1), Pasal 92 jo Pasal 26 ayat (1), Pasal 100 jo Pasal 7 ayat (1) huruf (m) Undang-Undang RI Nomor 31 tahun 2014 tentang perikanan jo UU RI Nomor 45 tahun 2009 tentang perubahan atas UU RI Nomer 31 tahun 2004 tentang perikanan.  (rif)

Posting Komentar