Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Surabaya-Memo. Bisnis esek-esek kian memprihatinkan tak hanya wanita muda yang menjadi penyalur shawat, namun Anak Baru Gede (ABG)tak luput dari sasaran dari biadapnya mucikari atau germo. Prostitusi fia online melibatkan wanita yang masih berstatus mahasiswi maupun pelajar, yang dijual kepada lelaki hidung belang dengan harga bervariasai, hingga Rp 1,5 juta per shot time.

Pelaku berinisial Slamet Yoga (21) warga perintis kemerdekaan Kediri, Jawa Timur didalam pengakuannya sudah melakoni menjadi mucikari atau germo sudah melakukan transaksi 10 kali. Pelaku menjalani bisnis prostitusi atau esek-esek memiliki 35 wanita yang bisa diorder atau dijual dengan harga lumayan terjangkau.

Dirreskrimsus Polda Jatim, Kombes Pol Adityawarman menyampaikan, Setiap wanita anak buahnya laku terjual  pelaku dapat Rp 100 ribu/orang. Jika dikalikan lebih dari satu wanita, maka pelaku cukup lumayan besar yang diperoleh/harinya.

" Omset pelaku Rp 10 juta per bulan yang diperoleh dari hasil bisnis prostitusi online," ungkap, Dirreskrimsus Polda Jawa Timur, Kombes Adityawarman didampingi Kasubbid Penmas Bid Humas Polda Jatim, AKBP Hengky.

Sebgaimana diketahui,  anggota Cyber Crim Ditreskrimsus Polda Jatim berhasil mengungkap kasus dugaan tindak pidana prostitusi online yang dilakukan oleh Slamet Yoga alias SB (21th)warga Jl.Perintis Kemerdekaan Kediri  terhadap 3 korban masing-masing berinisial RA (15), SS (20), dan WA (32). Penangkapan ini berlangsung di Hotel Cityhub Jl. Joyoboyo Kota Kediri.

Dirkrimsus Polda Jawa Timur, Kombes Adityawarman didampingi Kasubbid Penmas Bid Humas Polda Jawa Timur, AKBP Henky, Kamis (13/10) mengatakan, kronologis kejadian  pada 11 Oktober 2016 sekitar jam 02.00 WIB, anggota Ditreskrimsus melakukan penangkapan terhadap tersangka SB di Hotel Citihub Kediri.

Hal itu  karena melakukan penyelenggaraan prostitusi online dengan sarana dan prasarana HP.
Tersangka melakukan perbuatannya sejak tahun 2014. Omzet yang didapatkan perhari Rp 1 – 5 juta dengan keuntungan yang didapatkan sekitar Rp.200.000 sampai Rp 1 juta.

Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes RP Argo Yuwono membenarkan keberhasilan pengukapan portitusi online tersebut.

Modus operandi tersangka menawarkan PSK (Pekerja Sex  Komersial) usia sekitar 15  – 32 tahun melalui BBM dan SMS kepada pelanggan dengan mengirimkan foto-foto PSK yang disertai tariff antara Rp.700 – 800 ribu per shot time (1,5 jam – 2 jam).

Bila ada kesepakatan, maka tersangka akan mengantarkan PSK ke tempat yang sudah ditentukan dan untuk pembayaran dilakukan setelah PSK masuk dalam kamar hotel. Barang bukti 4 unit HP; 4 pack kondom merk durex warna biru; uang tunai Rp. 2.746.300 dan 3 lembar struk belanja pembelian durex exstra 3S dan Hemaviton.

Akibat perbuatannya, terangka dijerat pasal 2 Jo pasal 17 UU RI No. 21 tahun 2007 tentang Perdagangan Tindak Pidana Perdagangan Orang dan atau Pasal 27 ayat (1) Jo Pasal 45 ayat (1)  UU 11 tahun 2008 tentang ITE ( Informasi dan Transaksi Elektronik). (rif)

Posting Komentar