Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Foto : Ketiga korban dan kuasa hukumnya M Sholeh

Sidoarjo- Memo. Sungguh beraneka ragam bentuk tindak kriminal dimuka bumi ini. Untuk bisa mengelabui korbanya sipelaku memakai seribu macam cara akal bulusnya, seperti yang baru-baru banyak diberitakan oleh media penipuan dengan modus penggandaan uang di Kabupaten Probolinggo Jawa Timur. Kini ada lagi penipuan dengan modus mengiming- imingi Investasi disalah satu pabrik ayam dengan pendapatan 10% dari nilai yang disahamkan.

Berawal dari Korban Penipuan yakni, Maria Ulfa warga Dusun Kedunglo RT 03 RW 02 Desa Kedung Sugo, Prambon Sidoarjo, didatangi oleh Devi Erie Susanti yang mengaku pemilik pabrik Ciomas di Desa Balongbendo Sidoarjo, untuk melancarkan aksinya Devi menjanjikan hasil 10% kepada korban Maria Ulfa. Korban yang pada saat itu tidak mempunyai uang kontan lantas mengagunkan sertifikat tanah miliknya ke Bank senilai Rp.200 juta.

Bukan hanya Maria Ulfa yang menjadi korban akal bulus Devi, Hindun Afifah, dan Paintem juga jadi korban dengan kerugian mencapai Rp. 200 juta rupiah.
Kini ketiga korban didampingi kuasa hukumnya M Sholeh berniat membawa perkara ini ke rana hukum dengan mendatangi Mapolres Sidoarjo guna melaporkan yang menimpa klayendnya tersebut.

"Kasus ini jelas penipuan, karena pada saat didatangi di perusahaan Ciomas di desa Balongbendo nama Devi tidak tercamtum di perusahaan tersebut."ujar, M Sholeh pada hari Senin (04/10).

M .Sholeh menambahkan pelaku untuk mengelabui korbannya  mengiming-imingi imbalan sebesar 10 persen dari nilai yang di Sahamkan.

Sementara dari keterangan Korban Maria Ulfa menyatakan dirinya diajak terduga Devi untuk investasi berbentuk uang, namun korban pada saat itu Maria tidak memiliki uang tunai akhirnya Sertifikat tanahnya di anggunkan ke Bank senilai 200 Juta, dengaan bunga 75 %. Setelah itu dibuat  perjanjian Akte Notaris utang piutang sekitar tanggal (20/08/15) dan korban juga memberikan uang tunai sebesar 595 juta terhadap Devi.

''kalau kerugian yang menimpah Hindun Rp 35 juta, karena dijanjikan dapat 10% sehingga dia (red,Hindun) dengan mudah menginfes berupa uang tunai."terang, Maria menceritakan pada memojatim.

Menurut Kuasa Hukum ketiga korban M Sholeh menyampaikan dirinya bersama Tiga korban ini untuk melaporkan kejahatan yang dilakukan oleh Devi.

''sebenarnya kasus yang menimpah klayendnya pernah dilaporkan ke Polsek setempat, namun petugas mengatakan ini hukum perdata."terang, Sholeh.
Dengan ini  M Sholeh berjanji akan mengawal kasus penipuan ini hingga pelaku Devi bisa dituntut secara Hukum Pidana,( Yud/kmd)

Posting Komentar