Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Foto : tersangka saat diapit oleh petugas

Surabaya-Memo. Keseriusan Polrestabes Surabaya didalam memberantas jaringan portitusi melalui online kini kembali dibuktikan. Kali ini Tim Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Surabaya, kembali berhasil mengungkap Sindikat Penjualan Gadis dibawah umur, Dengan tersangka ibu muda bernama Maria (27) warga Jl. Jeruk Sidoarjo.

Sebelumnya tersangka mengelak saat dilakukan penangkapan dengan berdalih hanya sebagai pengantar saja, namun petugas yang sudah mengantongi bukti menunjukan pada tersangka keterlibatanya hingga tak bisa mengelak lagi sampai akhirnya digelandang ke Polrestabes Surabaya.

Pasalnya, tersangka Maria menjual Tiga temannya melalui Whatsapp (WA), petugas yang saat itu melakukan penyamaran dengan berpura-pura sebagai pengusaha yang akan memboking dan melakukan negosiasi harga dengan tersangka, lantas petugas dan tersangka menentukan tempat untuk bertemu di Hotel Cleo jalan Walikota Mustajab Surabaya.

Kasatreskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Shinto Bina Gunawan Silitonga, diwakili oleh Wakasat Kompol Bayu Indra Wiguna menjelaskan, setelah terjadi kesepakatan petugas yang menyamar, tersangka mengundang teman wanitanya yang bertarif Rp.1juta, ditempat yang telah disepakati.

"Anak buahnya ada empat orang, Dan pengakuannya baru sekali ini menerima tamu untuk teman-temannya, setiap transaksi tersangka mendapatkan hasil Rp. 200 ribu untuk satukali kencan",ungkap, Kompol Bayu Indra Wiguno, Jumat 930/9/2016)pada memojatim.

Kini tersangka dan ketiga temannya diamankan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polrestabes Surabaya, yakni, PT (20) warga Jl. Krukah Utara, TR (21) warga Jl. Ngagel Rejo dan FB (29) warga Jl. Pakis Tirtosari Surabaya. atas perbuatannya, Tersangka terancam dengan pasal 2 UU RI No. 21 tahun 2007 tentang PTPPO dengan ancaman hukuman paling singkat 3 tahun dan paling lama 15 tahun penjara. (kus/al)

Posting Komentar