Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement




Foto : Pelaku Taat Pribadi (kaos Ungu) saat digelandang petugas dan pengepungan Padepokan Dimas Kanjeng

Probolinggo-Memo. Pengasuh Padepokan Dimas Kanjeng, Desa Wakal, Kecamatan Gading, Probolinggo. Digerebek Polisi gabungan Polres Probolinggo dan Polda Jatim. Pimpinan Pengasuh Padepokan Dimas Kanjeng ini diduga kuat menjadi otak pembunuhan yang terjadi di Wonogiri, Jawa Tengah April lalu.Korban pembunuhan yang diketahui bernama Abdul Gani (40th) warga Jalan Pattimura gg 1, Kelurahan Semampir, Kecamatan Kraksan.

Pimpinan juga pengasuh Padepokan Dimas Kanjeng, Taat Pribadi (52th)diduga selaku otak pembunuhan tersebut oleh petugas dilakukan pemanggilan sampai beberapa kali namun pelaku tidak pernah datang sampai petugas memasukanya ke Daftar Pencarian Orang (DPO), dan akhirnya jajaran Polda Jatim ikut turun dalam penangkapan Taat.

Penggerebekan dilakukan dramatis sekali pada Hari Kamis dini hari (22/9)mulanya petugas menurunkan anggota yang berpakaian preman tak berselang waktu lama petugas berseragam coklat pun ikut bergabung dilokasi, serasa sudah dipastikan pelaku berada didalam Padepokanya petugas dengan seragam dan senjata lengkap masuk merangsek kedalam mengepung Padepokan Dimas Kanjeng, tak membutuhkan waktu lama pelaku langsung menyerakan diri ke petugas tanpa perlawanan.

Kombid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono, menyampaikan. ,"tersangka ini merupakan otak  dari kasus pembunuhan tersebut. Dan sebelumnya, pak Taat ini sudah dipanggil untuk menghadap penyidik. Namun, dia tidak pernah hadir. Sehingga kami kemudian menetapkannya sebagai DPO hingga akhirnya ia sekarang kami tangkap,"ungkapnya,pada memojatim.

Pelaku didalam padepokanya bergelar
Raja Sinagara Kanjeng Dimas, kini telah diamankan petugas, dalam penangkapan tersebut melibatkan ribuan anggota kepolisan dari beberapa unsur. Dan penangkapan terhadap pimpinan Padepokan Dimas Kanjeng itu sendiri berlangsung dengan cukup dramatis dan menegangkan, karena dikhawatirkan ada perlawanan dari pelaku mengingat padepokan dihuni oleh ratusan Santri. (ed/rif)

Posting Komentar