Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Foto : Tersangka Samian dan di apit oleh Petugas

Sidoarjo- Memo. Apes dialami Yunan Faruq Efendi (38) dan Anton Taufiq Akbar (32). Dua orang pemilik SPBU Sarirogo dan SPBU Watu tulis Prambon ini, harus kehilangan uang ratusan juta rupiah setelah ditipu oleh relasinya sendiri bernama Samian (50) warga Desa Ganggang panjang, Tanggulangin.

Korban yang waktu itu dijanjikan DO pengiriman bahan bakar minyak (BBM) dengan harga murah, ternyata hingga melebihi batas tempo BB tak kunjung dikirim. Merasa menjadi korban penipuan, selanjutnya dua bersaudara kakak beradik warga Dusun Luwung Desa Sarirogo Kecamatan Sidoarjo tersebut melaporkan ke Mapolsek setempat.

Berdasarkan data laporan dan keterangan saksi yang juga sebagai korban, selanjutnya petugas bergegas melakukan pelidikan dan tersangka diciduk petugas Unit Reskrim Polsekta Sidoarjo di kediamannya sendiri, di wilayah Desa Ganggang panjang RT 02 RW 01 Kecamatan Tanggulangin. 

Informasi yang dihimpun Memojatim menyebutkan, mulanya tersangka menawarkan DO pengiriman bahan bakar minyak (BBM) kepada kedua korban (Yunan dan Anton, red). Yunan yang saat itu menyetujui, langsung membuatkan nota kwintasi pembelian tunia 32 ribu liter dengan harga Rp 200 juta. Sedangkan Anton melakukan pembayaran dua kali dengan cara tunai Rp 20 juta dimuka, sisanya Rp 50 juta ditransfer, sehingga korban mengalami kerugian ratusan juta rupiah.

Dikonfirmasi di ruangannya, Kanit Reskrim Polsekta Sidoarjo AIPTU Sulasno membenarkan kejadian tersebut, Tersangka diamankan sesaat setelah pihaknya menerima laporan dari korban.

Sebelumnya si tersangka ini sudah mengenal korban, bahkan pengiriman BBM yang pertama tidak ada kendala alias lancar-lancar saja. Namun, setelah mereka lobi-lobian harga dan disepakati akan dikirim lagi BBM dengan harga lebih murah. Tiba-tiba dia (Samian, red) menghilang tanpa kabar, bahkan selulernya juga tidak bisa dihubungi.

"Saat ini, tersangka sudah kita tangkap dan kita amankan di Mapolsek." ujar Sulasno, Kamis (22/9)

Dihadapan penyidik, tersangka berdalih melakukan hal itu karena terpaksa untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari dan digunakan untuk membayar hutang.

"Akibat ulah pelaku,korban pemilik SPBU mengalami kerugian kurang lebih sekitar Rp 270 juta," terang, Kanit Reskrim Polsek Kota, Aiptu Sulasno pada memojatim.

Untuk mempertanggung jawabkan perbutannya, tersangka terancam dijerat Pasal 380 ayat (1) KUHP tentang penipuan atau melakukan akal dan tipu atau perkataan bohong untuk membujuk orang lain dan perbuatan curang. (Kmd/rif)

Posting Komentar