Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Foto : Ilustrasi

Sidoarjo-Memo. Upaya pemberantasan jaringan pengedar Narkotika di kota Delta terus digencarkan Kepolisian Resort (Polres) Sidoarjo. Kali ini, dua pengedar dan kurir sabu yang kerap beroprasi di wilayah perbatasan Sidoarjo-Mojokerto, berhasil diringkus tim opsnal Res Narkona Polres setempat, kemarin.

Namun, penangkapan terhadap kedua tersangka ini, dilakukan di lokasi berbeda. Sebelumnya, Mariontinus alias Toni (38) warga Jl Empunala No 384 RT 01 RW 01 Kelurahan Kedundung Kecamatan Magersari, Mojokerto, dibekuk Polisi di Jl Raya Desa Sebani Kecamatan Tarik, sekitar pukul 14.30 WIB. Saat itu, dirinya hendak mengantar pesanan sabu ke sesorang berinisial MN.

Tidak puas dengan hasil penangkapan itu, selanjutnya petugas mengintrogasi Toni, agar memberikan keterangan dari mana ia memperoleh barang haram tersebut. Ironisnya, saat ditangkap Toni mengaku hanya sebagai orang suruhan. Sedangkan, sabu seberat 0,82 gram yang dibawanya itu berasal dari seseorang bernama Samsul Efendi (32) warga Mentikan 1/66 C, RT 03 RW 01 Kelurahan Mentikan Kecamatan Prajurit Kulon, Mojokerto.

Nah, berdasarkan keterangan Toni tersebut, selanjutnya Polisi menggunakan cara lain dengan harapan pria yang disinyalir sebagai pemilik barang (Samsul Efendi, red) itu keluar. Polisi pun bergegas melakukan lidik ke sejumlah titik lokasi yang biasa dijadikan tonkrongan Samsul. Alhasil, petugas mendapati Samsul sedang makan di salah satu rumah makan di wilayah Jetis, Mojokerto. Setelah digeledah, petugas kembali menemukan sabu seberat 0,76 gram terbungkus dalam kantung plastik yang sengaja dibuang di bawah meja makan. Selanjutnya, Samsul dan Toni dibawa ke Mapolres Sidoarjo, guna menjalani proses penyidikan.

Dikonfirmasi di ruangannya, Kasat Narkoba Polres Sidoarjo AKP Redik Tribawanto membenarkan kejadian tersebut. Dari hasil ungkap dua pengedar ini, barang bukti yang disita menjadi terkumpul kurang lebih 1,58 gram.

"Saat ini, kedua tersangka berserta berikut barang buktinya sudah kita amankan di Mapolres Sidoarjo," terang Redik, Senin (19/9).

Redik menambahkan pelaku berinisial MN masuk Daftar Pencarian Orang (DPO)
"Sedangkan, terhadap tersangka berinisial MN, hingga saat ini masih terus kita buru," tegasnya.

Menurut Redik, dua tersangka yang kini mendekam di ruang tahanan Mapolres Sidoarjo itu, termasuk jaringan yang sebelumnya sudah diintai lama. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, mereka terancam dijerat Pasal 114 ayat (1) dan atau pasal 112 (1) No 35 UU RI Tahun 2009, tentang Narkotika. Dengan ancaman hukuman sesuai pasal yang disangkakan.(kmd/rif)

Posting Komentar