Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Foto : Pelaku Bidan Gadungan dan Bayi yang sudah meninggal

Bogor-Memo. Malang menimpa Yanti (23th) perempuan yang mau melahirkan ini dilarikan ke rumah bersalin milik DS bidan gadungan yang hanya tamatan Sekolah Menengah Pertama (SMP)pada hari Rabu malam tanggal (14/9) DS menyaru seorang bidan ditempat prakteknya, Untuk meyakinkan pasiennya DS sengaja memasang papan nama Klinik Bersalin.

Namun sungguh tragis nasib yang di alami Yanti , buah cintanya dalam proses melahirkan di bantu oleh seorang bidan desa ini harus mengalami nasib yang sangat-sangat mengerikan , karena Saat dilakukan proses persalinan kepala bayi yang hendak keluar dari rahim Yanti terputus.

Lebih parahnya lagi badan bayi tertinggal dirahim sang ibu, lantas
Yanti dilarikan ke RS Medical Centre , Jl. Pajajaran Indah V No.97, Kota Bogor, Jawa Barat, untuk mengeluarkan badan bayi yang masih tertinggal di rahim nya, usai kejadian tersebut pada Rabu (14/9) malam .

Kapolres Bogor, AKBP Andi Moch Dikcy  membenarkan kejadian tersebut. Berdasarkan laporan dari keluarga korban kini pihaknya sedang memeriksa tiga saksi, Tersangka bidan Gadungan memasang papan nama klinik bersalin di depan rumahnya untuk membuat nyakin para pasiennya.
Sedangkan sang ibu bayi perempuan itu masih menjalani perawatan di rumah sakit dan badan bayi yang sudah di keluarkan pihak RS Medical Centre Kota Bogor.

"Mendapat laporan keluarga korban dan informasi warga setempat, petugas langsung menangkap DS Bidan Gadungan tersebut di rumahnya. Kami juga sudah mencabut papan namanya dan dari hasil penyelidikan DS (37) adalah bidan gadungan yang hanya bertamatan Sekolah Menengah Pertama (SMP)  ." ungkap, Kapolres Bogor, AKBP,Andi Moch Dikcy saat menyampaikan pada media di ruang kerjanya.

Ditambahkan Kapolres, pihaknya sudah mengatakan, dalam menjalankan profesinya, tersangka memang sengaja memasang papan nama klinik bersalin di depan rumahnya.

Pelaku DS mengaku saat di mintai keterangan mengatakan ," bayi nya sudah meninggal saat dalam kandungan sehingga ketika ditarik bisa begitu mudah terputus "elaknya, membela diri.

Awalnya menurut keterangan Amiruddin, salah satu anggota keluarga korban mengatakan, malam itu Yanti dibawa ke rumah bidan persalinan berinisial DS untuk melahirkan anaknya.
Namun, saat anggota keluarga mencuci pakaian bekas persalinan terkejut karena menemukan kepala bayi di dalamnya.
"Awalnya kami tidak tahu bayinya sudah meninggal. Bidannya bilang masih dalam proses menunggu," terangnya.
Atas perbuatanya kini pelaku dijerat Undang-Undang Kesehatan dan Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman Sembilan tahun penjara. Wanita yang sehari-hari hanya sebagai ibu rumah tangga itu harus mendekam di Mapolres Bogor Kota, untuk menjalani proses lebih lanjut. (sb/rif)

Posting Komentar