Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Foto : Tersangka saat dikeler di Polrestabes Surabaya

Surabaya-Memo. Jaringan narkoba sudah menjalar ke masyarakat baik tua maupun muda. Kini giliran adik mantan pemain bola nasional
(Timnas)Yusup Ekodono kini pelatih di BSU U-21, Cukup Ageng Sariyadi yang diketahui adik dari Yusup Ekodono tertangkap tangan membawa menyimpan barang haram pisskotropika jenis Sabu.

CA berhasil diamankan oleh Satreskoba Polrestabes Surabaya dari proses infestigasi yang cukup lama, sehingga berhasil terungkapnya jaringan yang melibatkan pemain bola tanah air. Wakasat Narkoba Polrestabes Surabaya Kompol. Anton Prasetyo membenarkan atas tertangkap tangan adik dari mantan Timnas tersebut, dan manyatakan akan terus dilakukan pengembangan, ada kemungkinan melibatkan pemain atau pelatih bola. ,"kami akan terus telusuri jaringan ke atas sampai bandarnya, bisa jadi pemain dan pelatih lain jadi pemasok."papar,mantan Kapolsek Krembangan Surabaya ini.

Tertangkapnya CA, adik Yusuf Ekodono yang pelatih BSU U-21 membuat sejumlah pemain bola profesional dan amatir dilanda keresahan. Pasalnya  CA sering menelpon pemain bola meski pemain yang dihubungi belum tentu menerima tawaran menggunakan narkoba yang ditawarkan olehnya.

CA sendiri berhasil diamankan di rumahnya. Dari tangannya, Petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa satu poket SS dan timbangan elektrik. ,"Saat kami geledah, tersangka mengaku jika dia baru saja menjual barang haram tersebut kepada tersangka Budi Santoso, assiten Dosen UPN," ungkap,Wakasat Narkoba Polrestabes Surabaya. Kompol. Anton Prasetyo.

Lantas pengembangan dilanjutkan ke Asisten Dosen Perguruan Tinggi ini, Dari tangan asisten dosen Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur ini, petugas kembali mengamankan barang bukti berupa satu poket SS lengkap dengan alat hisapnya. Sementara itu, kepada polisi tersangka mengaku sudah lama menjadi penyuplai SS kepada keduanya ketika dikonfirmasi. Sampai berita diturunkan tersangka masih dalam pengembangan petugas dikhawatirkan masih ada tersangka lain termasuk penyupalai. (ed/ar)

Posting Komentar