Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Surabaya-Memo. Dua jempol patut diacungkan buat Satpol PP Surabaya saat melaksanakan operasi Yustisi dikawasan lokalisasi Stren Kali Jagir Wonokromo. Tempat ini disinyalir jadi tempat portitusi dan peredaran minuman keras (Miras). Terbukti pada saat penggerebekan petugas gabungan terdiri dari Satpol PP Surabaya, Gartap TNI dan Polri, petugas temukan Ratusan alat Kontrasepsi (Kondom)baru dan Puluhan bekas dipakai.

Hasil operasi Yustisi tersebut, petugas gabungan menemukan dugaan praktik prostitusi. Ditempat itu petugas berhasil menjaring pelaku prostitusi yang diduga sebagai PSK dan puluhan alat kontrasepsi (kondom).

Namun tak jauh dari jarak Stren Kali Wonokromo hanya beberapa puluh meter, bisa dijangkau dengan berjalan kaki Portitusi yang berkedok (Pitrat) Pijat Tradisional sengaja dipelihara. Pitrat ini untuk mengelabui petugas dan Pemerintah Kota Surabaya memiliki ijin (Pitrat) Pijat Tradisional tapi dalam prakteknya juga tidak jauh beda dengan portitusi yang berada di Stren Kali Wonokromo, melayani pria hidung belang yang membutuhkan pelayanan shawat, bahkan (Pitrat) ini beroprasi pada siang hari antara pukul 9:00-21:00 WIB malam. Diantaranya Pitrat New Anita, Gadis, CC Cantik, Jelita, empat tempat portitusi berkedok Pijat Tradisional dengan terang-terangan membuka prakteknya pada siang hari dan kamar yang digunakan juga tidak sesuai dengan ijinnya sebagai mana pijat tradisional yang hanya di batasi dengan kain Selambu, itupun harus diatas lutut sehingga bisa dipandang transparan, dan fasilitas seharusnya memakai kursi Sofa lipat sebagaimana yang biasa dipakai memijat. Tapi di tempat Pitrat ini jauh dari kategori transparan, kamarnya di skat perkamar tertutup dan didalamnya sudah disediakan Satu Kasur juga ada Satu Meja dengan fasilitas AC didalamnya.

Kabid Operasional RHU Satpol PP Kota Surabaya, Dari, operasi menyampaikan kali ini merupakan respon sekaligus mengantisipasi terjadi nya bangunan liar (Bangli)yang semakin banyak di gunakan tempat mesum dan persewaan kamar-kamar ilegal.

"Sekitar 23 bangunan liar di pinggiran Kali Jagir ini yang disinyalir dijadikan tempat untuk praktik prostitusi," ungkap, Dari.

Dari juga menjelaskan operasi kali ini mengamankan Lima (PSK)Pekerja Sex Komersial. ,"ada lima wanita yang ditemukan di lokasi ada juga yang ketika didobrak satpol PP ke dua PSK meloncat di kali jagir bersama pasangan nya berenang sampai mau tenggelam." tambahnya.

Lima PSK yang berhasil diamankan petugas setelah didata berasal dari luar kota hingga sampai saat ini wanita pekerja sex komersial tersebut dilimpahkan ke Liponsos. Terkait keberadaan bangunan liar di pinggir Kali Jagir, Wonokromo, pihak Satpol PP akan mengkoordinasi dengan dinas terkait untuk segera dilakukan pembongkaran.

Diwaktu yang berbeda Kasatpol PP Surabaya Irvan Widyanto , saat dikonfirmasi tentang keberadaan Portitusi yang berkedok Pijat Tradisional melalui Handpon WA nya enggan menjawab walaupun sudah ada tanda dibaca, dalam prakteknya (Pitrat) Pijat Tradisional New Anita, Gadis, CC Cantik, Jelita adalah Pijat Tradisional namun dibuat untuk ajang mesum yakni melayani pria-pria hidung belang dengan tarif 450-500 ribu dengan pelayanan satu jam setengah,itu diluar tips bila mana tamu merasa puas atas pelayananya.

Yang menjadi pertanyaan, apa bedanya portitusi liar di Stren Kali Jagir Wonokromo dan portitusi yang berkedok (Pitrat)Pijat Tradisional di jalan Mustika Ngagel? . (al/Ss)

Posting Komentar