Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Surabaya-Memo. Walau sudah ada solusi terkait kasus penggunaan lahan oleh menegemen Marvell City milik Pemerinta Kota Surabaya, yakni sebuah solusi sewa lahan kepada Pemkot saat hearing yang dihadiri oleh SKPD terkait di Komisi C .

Namun disela-sela rapat dengar pendapat salah satu Anggota Komisi C Vinsensius Awey melempar wacana terhadap hasil rapat dengar pendapat terakhir di ruang Komisi C DPRD Surabaya. Menurutnya menegemen Marvell City dinilai menggunakan lahan milik Pemkot tanpa ijin untuk kepentingan bisnisnya, sehingga kasus penggunaan lahan milik Pemkot yang kini sudah dibangun gedung Mall Marvel City murni ada pelanggaran yang mengarah ke pidana, yakni penyerobotan lahan milik Pemerinta Kota Surabaya.

Pasalnya, kasus  Marvell City yang menggunakan lahan milik Pemkot mencuat ke publik pada saat opening Mall Marvel City. Hingga dilakukan sidak gabungan dari instansi Dishub, Satpol PP dan Komisi C saat itu sehingga ditemukan lahan milik Pemkot yang diketahui sudah dibangun. Bahkan pada saat itu Ketua Komisi C Saifudin Zuhri juga ikut dalam operesi tersebut, yang kini memperjuangkan solusi sewa lahan untuk Marvell City yang jelas-jelas ada pelanggaran pidana didalam nya.

sikap melawan yang ditunjukan Awey-sapaan akrab Vinsensius politisi dari Fraksi Nasdem yang disampaikan melalui beberapa media yang tetap amanah mempertahankan kebenaran, kini dapat kritik pedas dari Ketua Komisi.

Saifudin Zuhri ketua Komisi C DPRD Surabaya asal FPDIP mengatakan, bahwa sikap Awey untuk Marvell City dinilai sangat berbeda ketika menanggapi sejumlah kasus yang kesalahannya hampir sama.

"Pembicaraan Awey di beberapa media itu tidak seperti pada kasus lain yang kesalahannya sama, seperti kasus Mastrip dan beberapa kasus pengusaha lainnya, karena saat hearing dia lebih sering memaklumi, lantas kenapa dengan Marvell City juga tidak bisa bersikap bijak agar bisa mendapatkan solusi yang terbaik bagi semua pihak terutama untuk Pemkot," cetusnya. Jumat (29/7/2016)

Menurut, cak Ipuk-sapaan Saifudin Zuhri, juga menuding jika Awey tidak berupaya memberikan solusi, tetapi justru berusaha menebar kebencian, tidak hanya ke Marvell City, tetapi juga ke pihak lainnya.

"Ada apa dibalik kebencian Awey ke Marvell City, padahal jika disewakan Pemkot untuk sebuah solusi, itu juga dibenarkan oleh aturan dan perundang-undangan, dan minggu ini kita akan panggil kembali pemkot untuk kita mintai penjelasan progres langkah apa yg sudah dikerjakan" tambahnya.

Sebagai pimpinan di Komisi C DPRD Surabaya, Cak Ipuk juga menyayangkan sikap Awey yang terus membangun serangan kepada semua pihak melalui media, karena mestinya bisa disampaikan di rapat intern Komisi.

"Kenapa harus terus berkoar-koar diluar melalui media seperti itu, tapi kalau rapat hearing Komisi tidak pernah datang, jika memang arahnya untuk perbaikan, harusnya bisa disampaikan secara baik-baik di rapat internal komisi, jangan pernah menganggap bahwa pendapat pribadinya itu seakan paling benar, karena benar buat dirinya itu belum tentu baik dan bijak bagi semua pihak, ," jelasnya.

Terakhir, Cak Ipuk berpendapat, lebih baik mengambil langkah solusi yang cepat dan berujung kepada pendapatan daerah, ketimbang harus mengembalikan fungsi semula. Dan salah satu tugas pemerintah dan negara adalah mencarikan rumusan penyelesaian yang baik.

"Kalau ujungnya memberikan pendapatan bagi daerah dan itu merupakan solusi hasil rumusan bersama dalam menyelesaikan masalah, ya lebih baik, yang tentu jangan sampai melanggar aturan dan UU," tambahnya.

Sekedar mengingat kembali, pada saat
Hearing awal ditemukan penyerobotan lahan milik Pemkot saat itu di Komisi C beserta Dinas Lingkungan Hidup dan Dishub Surabaya membuahkan akan menutup sebagian lahan yang kini dikuasai Marvell City dijalan Ngagel Surabaya.

Pasalnya lahan yang berada ditengah-tengah kedua gedung Marvell City adalah lahan fasilitas umum kini diketahui telah dikuasai oleh Managemen Marvell City hingga dipasangi portal.

Setelah mendapatkan kesepakatan dalam rapat dengar pendapat di ruang Komisi C DPRD Surabaya pada Selasa (10/5)lalu. maka besok hari Senin (16/5/2016) Pemkot Surabaya bersama anggota Komisi C DPRD Surabaya sepakat untuk menertibkan lahan untuk dikembalikan menjadi jalan umum seperti semula.

Kepala Dinas Cipta Karya fan Tata Ruang Kota Surabaya Ery Cahyadi bahwa (IMB) Ijin Mendirikan Bangunan yang telah dikeluarkan hanya menyangkut dua bangunan yang saat ini telah didirikan, sementara untuk keberadaan jalan umum ditengahnya masih tetap fungsinya.

"IMB yang kami keluarkan sesuai SKRK, jadi hanya menyangkut dua bangunan yang telah didirikan, sementara untuk jalan umum statusnya masih tetap dan harusnya dibuka untuk umum, tidak ditutup atau diportal layaknya lahan miliknya," terang, Ery ,Selasa (10/5/2016)diruang Komisi C.

Tidak hanya itu, Ery juga mengaku jika Pemkot Surabaya sudah pernah mengirimkan surat teguran Dua kali melalui dinas perhubungan, terkait dikuasainya jalan umum yang kini posisinya di dalam area Marvell City.

Hal yang sama juga dikatakan oleh Musdik Kepala LH Kota Surabaya, bahwa pihaknya juga telah melakukan cross ceck lapangan sebelumnya, dan mengakui jika jalan umum di dalam area superblok Marvell City diluar ijin yang dikeluarkannya.

Menanggapi penjelasan ini, Saifudin Zuhri ketua Komisi C DPRD Surabaya secara tegas meminta kepada seluruh stake holder di pemkot Surabaya untuk bergerak bersama-sama menertibkan fungsi jalan umum yang saat ini terkesan dicaplok oleh manajemen Superblok Marvell City.

"Dengan demikian sudah jelas bahwa jalan umum yang saat ini ditutup dan dikuasai oleh Marvell city itu harus segera difungsikan kembali, karena menyangkut kepentingan publik, dan berdasarkan UU, lahan seperti ini tidak bisa dialih fungsikan peruntukannya, untuk apapun," tegas,Ketua Komisi C  politisi Fraksi PDIP ini. Lantas kini kenapa sikap Ketua Komisi C berubah 180% dari semula ada apa??. (al/jm)

Posting Komentar