Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Surabaya-Memo. Operasi gabungan Cipta Kondisi (Cipkon) yang dilakukan  Satpol PP Surabaya dan Tim Tipiring Sat Sabhara Polrestabes Surabaya beserta Gartap TNI berbuah penyitaan (Miras) Minuman Keras di Cafe Santosi jalan Kenjeran yang diketahui tidak mengantongi ijin (TDUP) Tanda Daftar Usaha Pariwisata. Kamis (4/8/2016) dinihari WIB.

Dipimpin Ipda Gusti NBP , Tim Tipiring Sat Sabhara Polrestabes Surabaya awalnya menggelar razia di Kafe Fun 25 Jl Bronggalan setelah itu petugas pindah ke Kafe Lintang Jl Kapas Krampung  Di kedua tempat itu, petugas gabungan tak melakukan tindakan apapun karena diketahui telah mengantongi ijin, hanya ada dua karyawan yang tidak membawa identitas diri hingga diangkut oleh Satpol PP Surabaya yang dipimpin Kasi Ops, Joko Wiyono SE.

Operasi dilanjutkan ke Cafe Santoso dijalan Kenjeran, ternyata pemilik Cafe Santoso Che Siu tidak bisa menunjukan kelengkapan documen perijinan (HO) Hinder Ordonantie dan (TDUP). Sehingga kali ini petugas mengambil tindakan tegas terhadap Cafe yang diketahui tidak berijin tapi tetap mokong beroprasional.

Pada saat petugas masuk dan menanyakan documen perijinanya  pemilik Cafe, Che Siu, hanya menunjukkan ijin berjualan bir berupa Surat Keterangan Penjual Langsung Minuman Beralkohol Golongan A (SKPL A) yang berlaku hingga September 2018. ,"Lho kami punya ijin penjualan bir berupa SKPL A. Kenapa disita? Kesalahan kami dimana?," terangnya.

Sekedar diketahui (SKPL A) Surat Keterangan Penjualan Langsung Minuman Beralkohol Golongan A, bukan ijin tempat Cafe atau Rumah Karaoke sehingga petugas menyegel tempat Cafe yang berada dijalan Kenjeran tersebut.

Kepala Tim Tipiring Sat Sabhara Polrestabes Surabaya, Ipda Gusti NBP, saat dikonfirmasi membenarkan pihaknya melakukan penyitaan ratusan botol bir. "Kami sita birnya karena mereka tak punya ijin," tutur, Ipda Gusti NBP.

Petugas merasakan ada yang aneh terhadap ijin (SKPL A) Cafe Santoso.  Tidak memilik (HO) dan (TDUP) tapi ada ijin (SKPL A) yang diterbitkan Kementerian Perdagangan sebagai ijin penjualan bir, Ipda Gusti menambahkan Cafe Santoso tak punya TDUP (Tanda Daftar Usaha Perdagangan). "Kalau gak punya TDUP, bagaimana mereka bisa punya SKPL A," ungkapnya.

Cafe Santoso Jalan Kenjeran berdiri diareal tanah sepadan atau tanah ijo milik Pemerinta Kota Surabaya, yang tidak bisa diterbitkan ijin (IMB)Ijin Mendirikan Bangunan. Hanya surat hak sewa,bila mana tidak diperpanjang hak sewanya maka usaha tersebut patut dipertanyakan legal litas usaha tersebut. (al/ss)

Posting Komentar