Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Surabaya-Memo. Didalam keluarga ke kompakan , saling mengerti dan saling menjaga satu dengan yang lain itu memang bagus. karena tuhan menciptakan manusia untuk hidup berpasang-pasangan dan menciptakan keluarga yang sakina. Tapi beda lagi dengan pasangan suami istri yang satu ini. Pasangan ini harus menjadi tahanan polrestabes Surabaya. Pasalnya, keduanya telah kompak menggelapkan uang milik PT. Perusahaan Pelayaran hingga mencapai Rp 10 milyar. Mereka adalah Septian Hervianto dan Octaviani Candrasari, warga asal Jogjakarta, Jawa Tengah.

Dalam melakukan penggelapan dana perusahaan, pasangan ini me mark up invoice nominal harga diperusahaan tempat mereka bekerja. Tak hanya itu, keduanya juga membuat dokumen eksport import fiktif alias palsu.

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Shinto BG Silitonga, saat jumpa pers mengaku, awalnya tersangka Octaviani melakukan penarikan uang yang berasal dari Rekening CIMB Niaga atas nama PT. Perusahaan Pelayaran untuk dipindahkan ke rekening Mandiri atas nama CV. HJL milik Septian sebesar Rp. 3.636.633.944 dan USD 64.287 serta USD 407.314.

"Uang tersebut dikirim secara bertahap sejak bulan Juni 2015-Maret 2016 tanpa sepengetahuan dari PT. Perusahaan Pelayaran," ungkap, AKBP Shinto BG Silitonga, Senin (25/7/2016).

Setelah menguras uang perusahaan, uang hasil penggelapan tersebut dipakai untuk menjalankan usahanya sendiri. "Sebagaimana yang kita saksikan mereka menggunakan 2 perusahaan miliknya untuk menampung uang-uang tersebut. Namun setelah mengetahui bahwa perbuatan mereka telah di proses kepolisian, mereka bersembunyi dirumah orang tuanya di Jogya, dan kita menangkapnya disana," terang, Shinto.

Dari hasil ungkap kasus penggelapan dalam jabatan tersebut, petugas mengamankan barang bukti berupa 4 unit truck, 3 unit mobil Nissan Juke, Toyota Avanza dan Toyota Yaris serta TV LED Samsung dan beberapa invoice yang telah di mark up.

Keduanya dijerat dengan Pasal 3, Pasal 4 dan Pasal 5 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang pencegahan tindak pidana pencucian uang serta Pasal 374 KUHP dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara. kini keduanya tinggal menjalani proses hukuman atas perbuatanya. (Ss)

Posting Komentar