Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Sidoarjo-Memo. Wakil Ketua DPRD Sidoarjo, Jawa Timur, mengajukan penangguhan penahanan M Rifai politisi dari Fraksi Geridra yang menjadi tersangka penggunaan ijazah palsu.
Ketua DPRD Kabupaten Sidoarjo Sullamul Hadi Nurmawan mengatakan Rifai masih tercatat sebagai Wakil Ketua DPRD. Sehingga Rifai masih harus menjalankan agenda dewan.

"Makanya dibuat penangguhan itu," terang, Sullamul di Gedung DPRD Sidoarjo, Selasa (26/7/2016).

Bila kasus sudah masuk ke sidang, Rifai akan menjadi terdakwa. Sehingga Rifai tak lagi dapat menjalani tugasnya dalam jajaran pimpinan dewan.

"Seketika itu juga nanti akan diputuskan di tingkat legislatif,"terangnya.

Selain kewajiban, Rifai juga masih menerima haknya sebagai wakil pimpinan DPRD Sidoarjo. Misalnya gaji, mobil dinas, dan tunjangan. Hak dan kewajiban itu akan lepas bila kasus berlanjut ke ruang sidang.

Dilain tempat Kejaksaan Negeri Sidoarjo memutuskan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sidoarjo M Rifai menjadi tahanan kota. Kejaksaan Negeri Sidoarjo mengabulkan permohonan penangguhan Rifai yang diajukan keluarga dan kuasa hukumnya.

"Selain itu, yang menjadi pertimbangan adalah surat jaminan (penangguhan) yang dikeluarkan oleh Ketua DPRD Kabupaten Sidoarjo, H. Sullamul Hadi Nurmawan," tutur, Kasie Pidana Umum Kejaksaan Negeri Sidoarjo, I Wayan Sumertayasa di ruangannya.

Polres Sidoarjo menetapkan Rifai menjadi tersangka penggunaan ijazah palsu pada 14 September 2015. Rifai diduga menggunakan ijazah palsu saat mencalonkan dirinya menjadi anggota dewan.

Tim penyidik memeriksa 12 saksi dan 2 saksi ahli dalam kasus tersebut. Rifai pun dijerat dengan pasal 264 ayat 1 dan 2, pasal 266 ayat 1 dan 2 kuhp dan atau pasal 69 ayat 1 dan 2 undang – undang nomor 20 tahun 2003 tentang sikdiknas, dengan ancaman hukuman di atas lima tahun. Sampai berita ini diturunkan M Rifai masih menghirup udara segar dan beraktifitas, sambil menunggu proses sidang lanjutan.(Ss)

Posting Komentar