Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Berdalih Menegakan Kebenaran RW 1 Tambakrejo Waru Tolak Karaoke Keluarga, Tapi Biarkan Karaoke Penyedia Purel

Sidoarjo-Memo. Meski belum beroperasi,  namun keberadaan tempat karaoke baru, Karaoke Keluarga Pop City, yang rencananya dibuka di Jl Letjen Suprapto, tetap mendapatkan penolakan. Subhan selaku RW 1 Tambakrejo, Kecamatan Waru. Kemarin, Rabu (27/7) bersama anggota PAC Ansor Waru mendatangi Mapolsek Waru untuk rapat bersama menegemen Pop City terkait keberadaan tempat karaoke ini.

Dalam rapat ini, suasana berlangsung panas. Pasalnya Subhan selaku ketua RW 1 desa Tambakrejo, Kecamatan Waru, menolak adanya tempat karaoke karena dinilai dapat menimbulkan dampak negatif. "Kami khawatir nantinya karaoke ini jadi tempat maksiat," cetus salah seorang dari kubu Subhan, didalam rapat.

,"Dari adanya tempat karaoke tersebut bisa berpotensi sebagai tempat maksiat, kami khawatir karaoke keluarga tersebut hanya kedok. Karena Waru ini sebagai kawasan santri, kami menolak keberadaan karaoke tersebut,"ucap, Nur Cholis  pengurus GP Ansor.

Saat rapat Subhan juga menuding ijin Pop City palsu karena tidak melalui kordinasi dengan dia (Subhan). ,"Pihak Pop City belum ada yang datang ke rumah untuk meminta ijin, lah kok ngakunya sudah keluar," tambah, Subhan ketua RW 1 Tambakrejo.

Namun hal tersebut dibantah oleh Direktur Pop City, Agus Tantowi saat didalam rapat yang digelar bersama Kapolsek Waru Kompol M Fatoni . Menurutnya rumah karaoke yang dikelolanya ini berkonsep Karaoke keluarga dan Resto , bukan Kafe remang-remang yang disampaikan Subhan! . "Dari awal kami sudah melarang karyawan menjual minuman beralkohol. Selain itu kami juga melarang adanya transaksi purel. Jika ketahuan ada yang menyediakan purel, langsung dipecat dan kita laporkan ke polisi. Karaoke ini dibuat untuk masyarakat kalangan menengah ke bawah. Bahkan boleh bawa makanan sendiri," papar, Agus.

,"apa yang disampaikan Subhan semua bersifat fitna dan tidak benar, ijin kami yaitu UKL-UPL dan P2R sudah selesai."terang, Agus.

Dari proses yang berlangsung alot, Kapolsek Waru, Kompol M Fatoni memutuskan untuk menutup rapat tersebut. "Jadi tidak boleh ada kegiatan apapun  sebelum masalah perizinan ini selesai," tegasnya, sambil menutup acara.

Usai acara, Agus Tantowi mengatakan kenapa dirinya berani mengumumkan akan beroperasi mulai tanggal 17 Juli, lantaran surat ijin yang diurusnya selesai. "Yang kurang ijinnya adalah ijin lingkungan, IMB dan HO. Sebenarnya sebelum puasa saya sudah mendapat panggilan sebelum bulan puasa kalau surat ijin selesai. Tapi sampai sekarang belum bisa diambil lantaran adanya opini yang dibangun oleh Subhan," ungkapnya.

Agus mengatakan sebenarnya ia sudah mengikuti sistem yang prosedural. "Langkah saya masih menunggu proses yang berjalan saja,"tambah,Agus.

Ditempat yang sama usai rapat Subhan Ketua RW 1 desa Tambakrejo Kecamatan Waru yang mengaku juga pengurus NU ini tidak bisa menjawab saat ditanya banyaknya Cafe dewasa yang benar-benar terbukti menyediakan (Purel) Promotion Relation dikawasan Waru lebih tepatnya di kawasan Terminal Bungurasih. Dikawasan Bungurasih ini bahkan puluhan Cafe berani  terang-terangan menyediakan cewek pemandu musik atau yang biasa disebut (Purel). Anehnya Cafe yang puluhan tahun beroprasi ini tidak mendapat sorotan dari GP Ansor PAC Waru dan NU ada apa??.

Ada kejanggalan dibalik penolakan yang dilakukan oleh RW 1 Subhan. Yang Mengaku menegakan kebenaran dan takut berdampak negatif bila terus dilanjutkan keberadaan Pop City Karaoke Keluarga. Tapi anehnya tidak sampai berjarak 300 meter dari lokasi Pop City telah lama berdiri Karaoke Biola. Bahkan Karaoke Biola ini lengkap menyidiakan penginapan berupa Hotel, yang artinya tingkat adanya transaksi portitusinya juga minuman berakoholnya lebih tinggi dari pada Pop City. Dari tempat dimana Biola Karaoke berdiri kurang lebih 200meter juga telah lama berdiri Karaoke Wonderland dijalan raya Baypas Juanda.
Dikinfirmasi atas hal tersebut diatas Subhan berdalih bukan wilayah saya. ,"itu bukan wilayah saya, saya gak ada fisi-misi cuman menegakan kebenaran itu saja."dalihnya.

Kenapa Karaoke Biola yang berdiri dengan fasilitas Hotel dan Kolam Renang dibiarkan, lagi-lagi Subhan yang juga pengurus NU pusat ini menjawab," saya tidak mengerti aturan itu, saya hanya mengurus wilayah saya."tambah, Subhan.
Banyak kalangan  yang menilai penolakan RW 1 dan GP Ansor PAC Waru ini tidak masuk akal serta dinilai tembang pilih. (Ss)

Posting Komentar