Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Sidoarjo-Memo. Polres Sidoarjo melalui proses penyelidikan yang cukup lama kini berhasil mengungkap sendikat penggelapan truk pengangkut kopi merk Kapal Api milik PT Santoz Jaya Abadi di JL Raya Krian – Waru, Kali ini yang berhasil diamankan 2 Unit truk dengan nopol B 9831 WX, AD 1893 CF, Satu unit Isuzu Panther bernopol S 1540 WE serta 3.200 kardus kopi merek Kapal Api itu.

sebanyak 3.200 karton yang diangkut 3 truk senilai Rp 650 juta berhasil dibekuk Satreskrim Polres Sidoarjo.
Sidikat tersebut merupakan pemain lama yang beroperasi antar kota dan propinsi. Sidikat tersebut terdiri dari lima orang tersangka yakni.
Muhammad Agus (38) warga Asemrowo, Surabaya, Mar Sodik (34) warga Loceret, Kabupaten Nganjuk, Budi Hartono (34) warga Bangsal, Kabupaten Mojokerto, Heriyanto (36) warga Jabon, Kabupaten Sidoarjo serta Hermanto (38) warga Jabon, Kabupaten Sidoarjo. Dan tersangka E yang membantu dan menunjukkan Muhammad Agus masih Daftar Pencarian Orang (DPO).

"Mereka menggelapkan 11 ton kopi yang hendak dikirim ke Malaysia, sindikat ini terdiri dari sopir, penadah dan para sales yang masih satu jaringan dengan penadah rokok dan sembako lainya yang kami amankan di Waru beberapa bulan lalu," Ujar Kasat Reskrim, Polres Sidoarjo, AKP Muhammad Wahyudin Latif, Kamis (16/06/2016).

Selain mengamankan kelima tersangka, kata mantan Kasat Reskrim Polres Banyuwangi ini petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti. Diantaranya, satu unit truk bernopol B 9831 WX, satu unit truk bernopol AD 1893 CF, satu unit Isuzu Panther bernopol S 1540 WE serta 3.200 kardus kopi merek Kapal Api itu.

"Tersangka utama Muhammad Agus, ini mengubah kiriman kopi yang seharusnya dikirim melalaui ekspedisi di Tanjung Perak dari perusahan untuk dikirim ke Malaysia malah dikirim ke Nganjuk. Kemudian dari Kabupaten Nganjuk dikirim ke penadah lain di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah," ungkapnya.

Mantan Kasatreskrim Polres Banyuwangi ini menegaskan jika sindikat ini melibatkan sopir, sales, dan penadah yang sudah beroperasi antar kabupaten/kota dan antar propinsi. Kopi seharga Rp 650 juta itu, akan dijual kembali dengan harga  Rp 200 juta.

"Kami tangkap pertama penadah, kemudian bos penadah dan terakhir baru menangkap tersangka utama ini. Untuk, Kelima tersangka dijerat dengan pasal 374 KUHP tentang penggelapan barang dengan ancaman kurungan maksimal Empat tahun penjara," paparnya. Sampai berita ini diturunkan lima pelaku masih dalam pengembangan lebih dalam lagi guna adanya korban-korban lain. (ar)

Posting Komentar