Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

"Kecurigaan saya akhirnya terbukti, Dia (Desi) dan Nurhadi hidup bersama di rumah kontrakan di Jalan Garuda II Semambung Sidoarjo, saat itu saya dan Pak RT-nya menggerebek mereka,"

Surabaya-Memo. "Dosa Kau Anggap Madu" ibarat judul lagu yang dipopulerkan oleh Jhony Iskandar, mungkin ini yang pantas disemaikan bagi nasib dari keluarga Abdul Rokim. Dengan mata berkaca-kaca sesekali menghela nafas panjang Abdul Rokim didampingi kuasa hukumnya Rahadi sri Wahyu Jatmika, menceritakan kisah rumah tangganya.

Desi Kusumaningati istri dari Abdul Rokim, 7 tahun silam keduanya pernah mengenyam birunya cinta biduknya rumah tangga hingga kebahagiaan mereka berdua berbuah Dua anak yang lucu. Tapi hadirnya(PIL) Pria Idaman Lain membutahkan mata wanita berusia 36th ini Desi Kusumaningati seorang PNS yang bertugas di Inspektorat Pemprov Jatim, bagian analis Keuangan.

Terungkapnya perbuatan tak terpuji dan tak patut dicontoh ini, berawal dari kecurigaan Abdul Rokim yang mendapati sang istri selalu pulang larut malam hingga bila ditanya dari mana sang istri Desi selalu beralasan ,"ada tugas kantor ke luar kota." dalihnya, menirukan ucapan Desi.

Dari kesekian kalinya Abdul Rokim menanyakan istrinya yang sering pulang larut malam dengan seribu macam alasan, akhirnya Abdul Rokim memberanikan diri untuk mengikuti sang istri hingga pada suatu hari kecurigaannya benar-benar terbukti. Sang istri tercinta Desi kedapatan berada di dalam rumah dengan seorang laki-laki yang diketahui bernama Nurhadi.

Suami manapun pasti terbakar hatinya tak rela bila melihat istrinya berada didalam rumah berdua dengan pria lain. Lantas untuk mengetahui sedang apa dua insan berlainan jenis yang bukan muhrimnya itu berdua didalam rumah di Jalan Garuda II Semambung, Sidoarjo. Abdul mengajak Ketua RT setempat untuk bersama-sama melihat dan lebih yakin apakah wanita itu apakah benar istrinya. Setelah diketuk beberapa kali ternyata benar, Betapa hancur hatinya saat melihat didepannya adalah wanita yang  memberikan bahtera cinta selama ini dalam hidup Abdul Rohim.

Menurut Rahadi, Perbuatan Desi telah melanggar ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang Displin Pegawai Negeri Sipil Pasal 2 huruf Q,U dan W dan Pasal 3 huruf A tentang seorang PNS dengan statusnya sebagai abdi negara.

Kuasa hukum Abdul Rohim berharap, supaya Desi bisa dikenai sanksi tindakan tegas oleh atasannya dan pejabat terkait, serta bisa menjadi bahan pembelajaran para oknum PNS nakal supaya tidak melakukan tindakan pelanggaran disiplin.

"PNS harus memberikan contoh dan teladan yang baik kepada masyarakat, perbuatan Desi dapat menurunkan kehormatan atau martabat negara, Pemerintah atau PNS, dan tentunya harus ditindak tegas,"jelas Rahadi.

Rahadi juga membenarkan gugatan cerai tersebut telah didaftarkan ke Pengadilan Agama (PA) Surabaya, dengan gugatan nomor 2880/Pdt.G/2016/PA/SBY tertanggal 13 Juni 2016.

Kandas sudah harapan Abdul Rohim untuk membenahi biduk rumah tangganya bersama Desi Kusumaningati. Itu karena wanita yang dicintainya selama ini lebih memilih pergi untuk meninggalkanya dan tinggal bersama Nurhadi (PIL)Pria Idaman Lain. Melalui kuasa hukumnya Abdul Rohim mengambil keputusan untuk berpisah dan membuat langkah hukum, karena dinilai Desi sebagai istri sudah melanggar sumpah yang pernah diucapkanya saat merajut cinta yakni akad nikah, selain itu telah melanggar sumpah jabatan sebagai abdi negara. 

Karena sebelum menjadi seorang abdi negara seseorang akan disumpah jabatan sebagai mana diatur pada (Pemper) No 53 Tahun 2010 tentang pegawai negeri sipil. Terkait terungkapnya perselingkuhan PNS ini dengan dalih apapun tidaklah dibenarkan walau secara agama baik pemerintahan. Kini Abdul Rohim hanya bisa menunggu untuk mencari keadilan selaku suami yang dikhianati dan tersakiti, selebihnya Kepala Inspektorat Nurwiyatno selaku pimpinan, mengingat Desi adalah bawahannya untuk menilai dan mengambil keputusan apakah dibenarkan atau tidak prilaku bawahanya yang bisa mencoreng pemerintahan. (ss)

Posting Komentar