Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

,"kami merasa ditipu dalam perjanjian kami dapat ganti rugi 1.5juta, dan kayu yang ditebang itu dikasihkan ke saya. Tapi ini tidak kayu yang ditebang malah diambil berarti sama juga tidak diberi kerugian sebagai dampak yang terkena jaringan tersebut."

Pacitan-Memo. listrik merupakan menjadi salah satu kebutuhan Vital. Baik itu masyarakat umum maupun pengusaha. Listrik menjadi sumber utama energi sebagai penggerak ekonomi. Termasuk yang terjadi di Sunglon, Dusun Gesing,Desa Dersono,Kecamatan Pringkuku,Kabupaten Pacitan.

Untuk menggerakan kegiatan pertambakan yang ada di Desa dersono menggunakan sumber daya listrik sebagai sumber energi dalam melaksanakan kegiatan tambak
Karena keterbatasan jaringan listrik yang ada di Desa dersono khususnya wilayah sunglon yang menjadi lokasi dibangunya tambak, maka pemilik tambak mengajukan permohonan jaringan baru kepada pihak PLN.

Dalam proses permohonan tersebut Juga dibutuhkan dukungan dari warga setempat. Karena untuk bisa menanam tiang listrik sebagian adalah lahan milik warga, jadi harus mengetahui dan persetujuan pemilik lahan. didalam proses permohonan ini diduga Kades Sukarno Desa Dersono, Dusun Gesing, Kecamatan Pringkuku, Pacitan. Mengelabui warga dengan cara memberikan kertas kosong untuk mendapatkan dukungan dengan meminta warga mau menandatangani kertas kosong tersebut, dengan kompensasi berupa uang 1.5 juta.

Yang selanjutnya diketahui surat kosong tersebut untuk lampiri surat pernyataan warga terhadap dukungan penanaman tiang listrik dan pembebasan ROW (Right Of Ways) 3 meter, kini proses pembangunan jaringan ini telah selesai dilaksanakan.
Namun dalam proses permohonan ini ada hal yang ganjil.

Menurut info yang berhasil dihimpun oleh memojatim. Berawal dari komplain warga terkait ganti rugi tanaman yang ditebang terkait pembangunan jaringan listrik tersebut.Sebagai contoh,warga Desa dersono bernama katireng yang tanahnya terkena dampak jaringan ini  beberapa pohon harus ditebang,karena kegiatan penebangan tersebut mendapat ganti rugi sebesar Rp 1.500.000.dengan perjanjian kayu tebangan akan tetap menjadi miliknya.

tetapi kenyataanya, kayu tersebut tetap dibawa oleh penebang. Berikut pengakuanya pada memojatim. ,"kami merasa ditipu dalam perjanjian kami dapat ganti rugi 1.5juta, dan kayu yang ditebang itu dikasihkan ke saya. Tapi ini tidak kayu yang ditebang malah diambil berarti sama juga tidak diberi kerugian sebagai dampak yang terkena jaringan tersebut." terang, Katireng (17/06/2016).

Selain itu diduga dari surat pernyataan yang melampiri pemohonan listrik tersebut diduga tanda tangan warga yang terkena dampak pembangunan jaringan listrik tersebut dipalsukan bahkan ada warga yang terkena dampak langsung, akan tetapi tidak mengetahui kegiatan tersebut dan merasa tidak pernah dihubungi atau diberi tau oleh pelaksana yaitu Sukarno Kepala Desa Dersono. Misalnya keluarga Nurdin warga Dusun krajan Lor Desa Dersono yang memimiliki tanah di kawasan Gendo Dusun Gesing Desa Dersono. ,"saya tidak pernah merasa diberi tau masalah pemotongan pohon,cuman saya dikasih kertas kosong untuk dukungan."ungkap, Nurdin.

Sekedar diketahui kegiatan ini tidak melalui proses sosialisasi yang benar, sehingga banyak warga yang tidak mengetahui tanda tangan warga diperuntukan untuk apa. Karena yang disodorkan ke warga adalah kertas kosong tanpa ada tulisan atau keterangan apapun. Dan yang lebih anehnya lagi tanda tangan kepala desa tidak bersetempel. Sehingga dalam hal ini banyak warga yang merasa dirugikan oleh kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan milik yang diketahui bernama F. Sementara ini warga yang merasa dirugikan akan meminta keadilan dan berencana melakukan demo ke DPRD Pacitan. (JK)

Posting Komentar