Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Surabaya-Memo.Proyek yang pelaksanaannya dikerjakan oleh PT Adi Karya di Satuan Kerja (Satker)PU Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (CKTR) Pemprov Jatim itu diduga tidak sesuai spesifikasi. Pasalnya Program Nasional Pemerintah pusat Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Jakarta,telah menggulirkan program Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) di sejumlah daerah salah satunya di Kota Surabaya.

Program yang diambilkan melalui anggaran dana(APBN) Anggaran Pendapatan Belanja Negara ini, ditujukan untuk warga miskin yang tidak memiliki tempat tinggal (rumah) layak huni. Tapi dalam realisasinya Progam nasional pembangunan Rusunawa yang didanai Angaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) tersebut tidak sedikit kerap diselewengkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Seperti halnya Pembangunan Rusunawa di Kelurahan Gunung Anyar Tambak, Surabaya. Diduga ada pengurangan folume dan tidak sesuai dengan spesifikasi dalam  pembangunanya. Proyek yang menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) Tahun 2015 sebesar 35 Miliar .Kondisi balok struktur tidak dipasang sesuai gambar perencanaan (spesifikasi teknis), karena diantara besi yang terpasang tidak dimasukkan ke lubang struktur berikutnya. Sehingga dapat mengurangi kekuatan yang berakibat ambruknya gedung.

Untuk balok penyangga yang tersambung dengan kolom struktur seharusnya dipasang tulangan Virtu dan terusan yang dikaitkan dengan kolom struktur. Pengecorannyapun harus dilakukan bersama-sama agar antara balok penyangga dan kolom struktur menyatu. Namun kenyataannya tulangan Virtu dan terusan tidak dipasang dibalok penyangga yang tersambung dengan kolom struktur. Hal itu menyebabkan ambrol dan robohnya gedung. Salah satu bukti diantaranya adalah jatuhnya pekerja bangunan akibat balok penyangga tersebut roboh. Pekerja itupun mengalami luka serius dan harus mendapat perawatan medis saat itu.

Demikian juga dengan besi tulangan anak tangga yang volumenya sengaja di kurangi karena sebagian besar sengaja tidak dipasang. Pengurangan volume ini juga termasuk kolom praktisi yang seharusnya menggunakan besi berukuran 8 dan 6 milimeter, kenyataannya yang terpasang besi ukuran 6 dan 4 milimeter. Tak hanya itu, lantai kamar mandi yang semestinya di cor setebal 20 cm faktanya malah hanya di uruk dengan menggunakan limbah bangunan dan atasnya hanya diplester.

Adanya temuan tersebut pembangunan Rumah Rusunawa Tambak Surabaya diduga ada pengurangan folume dan tidak sesuai spesifikasi teknis, Jaenal selaku Sekertaris Ormas Pospera Jatim yang peduli akan temuan tersebut berencana akan melaporkan ke aparat hukum, berikut saat di temui oleh memojatim.

,"Ormas Pospera Jatim selalu peduli dengan hal-hal yang diduga ada berbau (KKN)apa lagi terkait uang negara."ucap, Jaenal Sekertaris Ormas Pospera Jatim.

Sekedar diketahui pekerjaan pembangunan Rumah Rusunawa Tambak Surabaya tidak sesuai perjanjian kontrak proyek yang  seharus rampung pertanggal 31 Desember 2015, namun kenyataannya hingga januari 2016 masih banyak pekerjaan yang belum tuntas. Diantaranya, pemasangan keramik, reling tangga, kloset, pintu, pengecatan, paving area parkir, plafon, instalasi listrik, tandon air, hydrat pemadam kebakaran, kran air mandi, sekat tempat tidur anak, dan lampu.
Selain itu proyek ini ditengarai juga menyalahi Perpres 54/2010 tentang pengadaan barang dan Jasa dan UU 18/1999 tentang jasa kontruksi karena tidak sesuai dengan rencana yang sudah ada di dalam kontrak kerja.

Sehingga ketidaksesuaian ini melanggar UU 31/1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi pasal 7(1) yang menyebutkan pemborong, ahli bangunan yang pada waktu membuat bangunan, atau penjual bahan bangunan yang pada waktu menyerahkan bahan bangunan, melakukan perbuatan curang yang dapat membahayakan keamanan orang atau barang, atau keselamatan negara dalam keadaan perang.
,"dalam waktu dekat ini Ormas Pospera akan melaporkan ke aparat hukum terkait temuan ini."tegas, Sekertaris Ormas Pospera Jatim yang selalu aktis dalam kegiatan sosial ini. (Ss)

Posting Komentar