Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Surabaya-Memo. Bandelnya pelaksana atau panitia Bazar Ramadhan Masjid Al Akbar Surabaya (MAS) karena membuka Bazar tanpa ada perijinan selembarpun, kini dianggap melecehkan Peraturan Daerah Surabaya. penyelenggara Bazar Ramadhan di lingkungan Masjid Agung Al Akbar Surabaya dinilai dengan sengaja menabrak bahkan dianggap melecehkan aturan Perda Kota Surabaya.

Bagaimana tidak, kegiatan bisnis setiap tahun dengan tema "Bazar Ramadhan" selama sebulan penuh yang digelar sejak tahun 2005 oleh manajemen MAS dengan cara menggandeng Siti Markonah (Bu Onah) sebagai konsultan sekaligus pelaksana itu meraup hasil jutaan bahka milliaran rupiah ini, ternyata belum pernah melakukan dan mendapatkan perijinan apapun dari Pemkot Surabaya.

Padahal, lokasi yang digunakan untuk kegiatan Bazar ini merupakan area Damija dan Rumija di lingkungan MAS, yang tentu hak pengelolaannya ada ditangan Pemkot Surabaya. Pertanyaannya, kenapa baru sekarang disadari/diketahui dan diminta untuk mengajukan perijinan? Tentu hanya Pemkot yang mengetahui jawabannya.

Hebatnya lagi, kabar di lingkungan MAS mengatakan jika kegiatan bazar ini ternyata selalu berhasil mendatangkan omset yang luar biasa, yakni mencapai ratusan juta bahkan miliaran rupiah, karena disamping mahalnya stan yang dijual kepada tenan yang memang berkategori pabrikan (3-10 juta rupiah per stan-red), bazar ini juga mendapatkan suport dari sejumlah sponsor dengan nilai ratusan juta rupiah.

Saifudin Zuhri ketua Komisi C DPRD Surabaya sepertinya sudah tidak bisa menahan kegeramannya, karena kejadian yang serupa (menyangkut lemahnya pengawasan Pemkot Surabaya-red) masih sering kali terjadi

"Kami akan segera panggil Pemkot dan penyelenggara Bazar Ramadhan di sekitar MAS itu, untuk kami mintai penjelasan sekaligus klarifikasi, karena menggunakan area Damija dan Rumija secara ilegal sebagai sarana kegiatan bisnisnya," ucap Cak Ipuk-panggilan Saifudin Zuhri. Senin (6/6/2016).

Menanggapi info jika ternyata Wali Kota Surabaya ternyata tidak berkenan dengan kegiatan keramaian yang menggunakan area Damija dan Rumija sebagai sarana kegiatan bisnis bertema Bazar Ramadhan ini, Cak Ipuk mengaku sangat mendukung sikap dan kebijakan itu.

"Jika kabar soal Wali Kota telah mengambil sikap menolak itu benar, saya sebagai sekretaris partai pengusungnya akan mendukung sepenuhnya, demi penegakan aturan perda di Kota Surabaya," tegas sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya ini.

Sementara terkait pejabat Pemprov (nama dan jabatan ada di redaksi-red) yang hadir sekaligus melakukan peresmian pembukaan Bazar Ramadhan MAS, ternyata mengaku tidak mengetahui dan tidak diberitahu sebelumnya oleh penyelenggara jika perijinannya belum lengkap.

"Tadi saya cek katanya sudah dapat ijin dari Polrestabes, selebihnya saya tidak tahu, dan saya baru tahu," dalihnya.saat di konfiormasi via ponselnya, Senin (6/6/2016). Sekedar diketahui Fasilitas (MAS)  juga dikomersilkan bila mana ada masyarakat yang berkeinginan mau mengadakan akad nikah di Masjid Al Akbar Surabaya. (Hc/ar)

Posting Komentar