Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

"Sejak diperiksa dari jam 09. 00 Wib pagi tadi, Ibu Handajani masih banyak bungkam, dan keterangan saksi ini berbelit-belit malah banyak menyalahkan programnya Dirut PDAM. Padahal, baik buruk atau hancur tidaknya manajemen PDAM juga bergantung Dewas menjalankan fungsinya,"

Sidoarjo-Memo. Diperiksanya Ketua (Dewas) Dewan Pengawas PDAM Delta Tirta Sidoarjo. Handajani terkait kasus korupsi Sambungan Rumah (SR) 10.000 Unit Papinasi dengan nilai proyek Rp 8,9 milliar pada Jumat (10/6/2016) kemarin lebih banyak menyudutkan Dirut PDAM Delta Tirta Sidoarjo, Sugeng Mujiadi.

Selain itu dihadapan penyidik Kejaksaan Negari (Kejari) Sidoarjo, Ketua Dewan Pengawas (Dewas) PDAM Delta Tirta Sidoarjo yang juga menjabat Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan ini, tidak banyak memberikan keterangan dan terkesan tertutup. Handajani masih banyak bungkam saat pemeriksaan lanjutan di Kejari Sidoarjo. Handajani yang diperiksa langsung Ketua Tim Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Sidoarjo, Wido Utomo, lebih banyak menyalahkan program Dirut PDAM Delta Tirta, Sugeng Mujiadi dan jajaran direksi lainnya karena merealisasikan program 10.000 unit Sambungan Rumah (SR).

Hal itu disebabkan Sugeng Mujiadi selalu mengaku siap merealisasikan proyek senilai Rp 8,9 miliar itu, belum terealisasi total akan tetapi sudah menyiapkan program lainnya, walau demikian dengan dalih apapun tetap mengetahui Ketua (Dewas) karena semua program yang dibuat akan bisa terealisasi bila ada persetujuan (Dewas)Dewan Pengawas.

"Sejak diperiksa dari jam 09. 00 Wib pagi tadi, Ibu Handajani masih banyak bungkam, dan keterangan saksi ini berbelit-belit malah banyak menyalahkan programnya Dirut PDAM. Padahal, baik buruk atau hancur tidaknya manajemen PDAM juga bergantung Dewas menjalankan fungsinya," ungkap, Kepala Kejari Sidoarjo, Moh Sunarto melalui Ketua Tim Penyidikan, Wido Utomo Jumat (10/06) petang.

Lebih jauh, pria berkacamata ini, menegaskan akan memeriksa Ketua Dewas PDAM itu pada senin pekan depan.

"Karena pemeriksaan hari ini belum selesai, maka Ibu Handajani akan kami panggil lagi senin pekan depan, karena tadi baru 18 pertanyaan dan masih banyak lagi pertanyaan buat beliaunya," terang,Wido Utomo, pada media.

Sementara itu, Handajani usai pemeriksaan tetap bungkam dan tidak mau memberi keterangan kepada media yang mulai siang menunggu hasil dari periksaan didepan kantor Kejari Sidoarjo.

"Saya kesini ini hanya koordinasi soal tugas saya saja, kok gak percaya si wartawan ini," elaknya.

Sekedar diketahui kasus korupsi proyek Sambungan Rumah (SR)Papinasi dengan nilai Rp.8,9 miliar ini dinilai tidak sesuai dengan (Bimtek)Bimbingan Tehnik dan proyek tersebut dimenangkan oleh rekanan CV Langgeng Jaya. (ar)

Posting Komentar