Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Surabaya-Memo. Kembali jaringan teroris menjalar Surabaya setelah beberapa tahun lalu Dr Azhari yang menurut jejaknya sempet singgah dan tinggal disurabaya sebelum ditembak mati beberapa tahun lalu. Kini Kota Surabaya juga menjadi salah satu target kelompok teroris. Pasalnya telah ditangkap 2 pelaku perakit bom di jl Lebak timur Gg 3 no 18 Surabaya,  bom rqkitan tersebut rencananya akan diledakkan di sejumlah Pos Polisi di wilayah Kota Surabaya dan pusat perbelanjaan Galaxi Mall Surabaya.

Menurut info dilapangan yang berasil dirangkum Bom siap di ledakan dan sejumlah senjata rakitan ini konon akan digunakan untuk aksi teror ke sejumlah Pos Polisi dan Galaxi Mall pada hari ke 17 bulan Ramadhan tahun ini.

Pelaku perakitan bom diketahuo bernama Besri adalah yang disinyalir anak buah Abu jandal alias Salim Mubarok asal Malang yang sebelumnya pernah melakukan ancaman terhadap Panglima TNI melalui youtube. Sementara pelaku atas nama Priyo Hadi Purnomo adalah mantan napi narkoba lapas Porong, dan terduga bernama Ferry adalah anggota baru asal Kota Surabaya. Kualitas bom yang dirakit, ternyata mirip dengan aksi bom yang diledakkan di Sarinah jl Thamrin Jakarta.

Warga setempat tidak mengira bahwa tempat perkampungan padat penduduk ini ada kegiatan perakitan Bom, lokasi (TKP) Tempat Kejadian Perkara yang beralamat di jl Lebak Timur Gang 3D no 18 Surabaya diketahui petugas Densus 88 setelah berbulan-bulan dilakukan penyelidikan yang akhirnya diyakini sebagai tempat teroris dan  akhirnya dilakukan penggerebekan oleh tim Densus 88 Anti Teror.

Dari hasil penggerbekan, Densus 88 anti teror berhasil menemukan sejumlah barang bukti berupa 4 kardus berisi rakitan bom siap ledak, 2 senjata api rakitan laras panjang dan 2 unit senapan angin. Yang kesemuanya ini patut diduga sebagai tempat tinggal jaringan teroris.

Unit densus 88 anti teror dibantu oleh tim gabungan lain yakni  unit Gegana Brimob Polda Jatim, dan penggerebekan dilakukan sore tadi Rabu (8/6/2016) sekitar pukul 15.00 wib.

Saat dilakukan penggerebekan, tim Densus 88 anti teror sempat mendapati 2 orang pelaku sedang melakukan perakitan bom, yang salah satunya bernama Priyo Hadi Purnomo, dan diduga kuat sebagai anggota jaringan teroris. Menurut tetangga korban juga pemilik rumah kontrakan, bahwa rumahnya baru disewa dan ditempati selama 3 bulan, namun penghuninya jarang melakukan aktifitas di luar perkampungan.

Setelah ditemukan barang bukti, tim Densus 88 anti teror langsung menggelandang pelaku terduga teroris ke Mabes Polri. Sayangnya, kedua terduga teroris ini tidak memberikan keterangan apapun saat dikerumuni sejumlah wartawan yang sedang meliput di lokasi.

Tidak hanya sampai disitu, tim Densus 88 anti teror juga berhasil mengembangkan kasusnya melalui 2 terduga teroris, sehingga kembali ditemukan barang bukti berupa bahan dasar pembuatan bom di wilayah Kalianak Surabaya. (ar)

Posting Komentar