Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Surabaya-Memo. Entah apa yang ada dibenak petugas berseragam coklat penegak Perda ini hingga untuk mencapai tujuannya berani menghalalkan segala cara, walau dengan jalan melanggar hukum yakni menipu. Pasalnya oknum Satpol PP Sutrisno Bambang Aribowo, 41 tahun, Kabupaten Pasuruan, dengan mulus meraup uang dengan total Rp1,5 miliar hasil menipu 21 orang korbanya selama tiga tahun.

Pria yang tinggal di Jalan Dharmawangsa VI Surabaya ini mengaku bisa menjadi perantara berkarir sebagai PNS Satpol PP Pasuruan. Kepandaiannya berbicara membuat 20 orang korbannya percaya. Salah satunya Ribut Sistiyono Rahadi, warga Jalan Gubeng Kertajaya Surabaya.

Penangkapan oknum Satpol PP tukang tipu tersebut juga dibenarkan oleh AKBP Shinto Silitonga Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya kepada memojatim menyampaikan, awalnya Sutrisno hanya meminta uang Rp 27 juta kepada Sistiyo. Alasannya uang itu untuk administrasi untuk bisa diterima menjadi Satpol PP.

Setelah mendapatkan Rp 27 juta, beberapa minggu kemudian, tersangka kembali meminta uang Rp 4 juta, kepada Sistiyo dengan alasan  sudah terproses tapi perlu pelicin untuk Bupati Pasuruan.

"Tapi enggak cukup itu saja, tersangka minta lagi Rp4 juta. Katanya supaya SK PNS-nya turun lebih cepat," terangnya, kepada memojatum, Selasa (31/5/2016).

Karena tak kunjung ada panggilan atau proses dan merasa dirinya telah jadi korban penipuan akhirnya Sistiyo melaporkan kasus yang menimpanya ke Polrestabes Surabaya. Tak menunggu waktu lama Unit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya yang di pimpin Kasat Reskrim AKBP Shinto melalui Kanit Resmob AKP Agung Pribadi berhasil menangkap dan mengamankan pelaku dirumahnya. Sampai berhasil ditangkapnya pelaku, kerugian yang diderita korban mencapai Rp35 juta kepada pelaku oknum Satpol PP nakal ini.

,"Korban melaporkan kasus ini ke kami, dan kami segera menyelidiki," kata, AKBP.Shinto.

Dihadapan Polisi tersangka mengaku selalu memakai seragam Satpol PP, agar korban-korbannya lebih yakin dan percaya,selain bisa menjadikan korbanya menjadi PNS juga mengaku kalau bisa memasukan korban-korbanya menjadi Bintara Polisi. Tersangka telah menjalankan aksinya sejak 2013 silam.

"Saya mengaku punya kenalan di Kepolisian," jelas, tersangka.

Rata-rata, dia meminta uang antara Rp30 juta hingga Rp700 juta kepada korbannya, bisa dengan cara mencicil. Sutrisno berhasil meraup Rp 1,5 miliar hasil mencurangi orang lain.

Tersangka berdalih terpaksa menipu untuk menutup utangnya yang menumpuk. Ayah dua anak ini mengaku menanggung utang setelah kenal wanita idaman lain (WIL).

Dari tersangka, polisi mengamankan barang bukti empat setel seragam Satpol PP, topi baret, sabuk, kartu tanda anggota, dan bukti pembayaran dari korban-korbanya. Kini pelaku masih dalam pengembangan lebih lanjut guna adanya korban-korban yang lain.(dd/ar)

Posting Komentar