Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Surabaya-Memo. Proses mediasi atas gugatan yang diajukan Pemkot Surabaya terhadap PT Gala Bumi Perkasa, pengelola Pasar Turi terpaksa molor karena batal digelar. Pasalnya Tri Rismaharini yang akrap disapa Risma, Walikota Surabaya tidak hadir pada proses mediasi yang digelar di PN Surabaya, Selasa (17/5/2016).

Sejatinya proses mediasi yang dipimpin hakim I Dewa Gede Ngurah Adyana bertujuan untuk mencari perdamaian antara Pemkot Surabaya dengan PT Gala Bumi Perkasa. Sayangnya Risma sebagai prinsipal penggugat yaitu Pemkot Surabaya tidak memenuhi undangan dari PN Surabaya untuk menjalani mediasi, karena berhalangan berada di Amerika Serikat.

Perlakuan kooperatif justru ditunjukkan pihak prinsipal dari tergugat yaitu PT Gala Bumi Perkasa. Bersama kuasa hukumnya, prinsipal PT Gala Perkasa diwakili oleh Direkturnya tiba di PN Surabaya untuk menjalani proses mediasi.

Setijo Boesono, kuasa hukum Pemkot Surabaya mengatakan, Risma tidak hadir lantaran saat ini tengah berada di Amerika Serikat. "Prinsipal tidak hadir karena Ibu walikota saat ini sedang tugas di Amerika," terangnya, usai proses mediasi.

Ketidakhadiran Risma dalam proses mediasi rupanya membuat jalannya persidangan gugatan semakin berlarut-larut. Sebelumnya, sidang juga sempat tertunda karena kuasa hukum tidak siap menjalani persidangan.

Apa saja konsep perdamaian Pemkot Surabaya pada proses mediasi kali ini, Setijo enggan menjelaskan secara detail. "Konsep perdamaian penggugat tetap berpatokan seperti yang telah tertuang dalam gugatan," ungkapnya.

Setijo sendiri mempersilahkan agar PT Gala Bumi Perkasa mengajukan konsep perdamaian pada saat mediasi. "Kalau dari tergugat (PT Gala Bumi Perkasa) ingin mengajukan konsep perdamaian, maka silakan saja dibuat. Nanti akan dirundingkan apakah bisa dimediasi atau tidak,"tegas, Suetijo.

Gugatan diajukan Pemkot Surabaya karena dinilai PT Gala Bumi Perkasa telah melakukan wanprestasi dalam pembangunan Pasar Turi. Pemkot meminta agar majelis hakim memutus kontrak penggelolaan Pasar Turi yang dipegang PT Gala Bumi Perkasa.

Pada sidang sebelumnya, PT Gala Bumi Perkasa berharap adanya perdamaian dalam gugatan tersebut. Alasannya, sejak awal apa yang dilakukan PT Gala Bumi Perkasa adalah untuk para pedagang. Akan tetapi bila dalam pernyataan PT Gala Bumi Perkasa adalah untuk pedagang, kenapa tidak ada dukungan dari pedagang yang kini malah sebaliknya. (Ss)

Posting Komentar