Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Surabaya-Memo. Lambatnya tindakan Dinas Cipta Karya dalam pengambilan tindakan terkait pencaplokan lahan aset Pemkot Surabaya oleh pengembang super blok. Yang kini diketahui masih berjalannya aktifitas Superblok Marvell City di Jalan Ngagel Raya Surabaya, kian menyulut kegeraman DPRD Komisi C DPRD Surabaya yang membidangi Pembangunan.

Vincensius Awey anggota Komisi C asal partai Nasdem mengatakan, bahwa tindakan pencaplokan lahan berupa jalan umum bernama Upa Jiwa yang merupakan fasilitas umum (fasum) dan aset milik Pemkot Surabaya, yang dilakukan oleh pengembang Marvell City sudah masuk unsur tindak pidana.

"Tindakan pencaplokan dengan sengaja yang dilakukan oleh Marvel City itu bisa dikatakan sebagai tindakan pencurian, ini masuk ramah pidana, maka harus diadukan ke Kepolisian guna memberikan efek jera," terang, politisi Fraksi Nasde. Jumat (27/5)

Tidak hanya itu, Awey juga mengatakan bahwa pendirian bangunan berupa pertokoan, area parkir, basemen, serta pembangunan jembatan penyeberangan orang yang menghubungkan mal dan apartemen, merupakan tindakan penyalahgunaan.

Maka Awey mengaku sangat kecewa dengan sikap Pemkot Surabaya yang tak kunjung melakukan tindakan tegas terhadap fisik bangunan maupun kepada manajemen Marvell City sebagai pelaku.

"Jadi tidak hanya melaporkan kasusnya ke kepolisian, tetapi Pemkot Surabaya juga harus segera membongkar seluruh bangunan yang dinilai telah melanggar, tetapi bangunan yang tidak ada kaitannya ya jangan, itu hak mereka juga, yang kita harus turut melindungi," tegasnya.

Politikus Partai Nasdem ini juga mempertanyakan pemasangan tanda silang di sejumlah bangunan Marvell City, yang ternyata tidak ada tindaklanjutnya.

"Dalam dengar pendapat di Komisi C, kalangan dewan sudah menyampaikan resume untuk menertibkan, lantas kenapa sampai sekarang tidak ada tindak lanjutnya, jadi apa fungsi tanda silang yang terpasang itu," jelasnya.

Politisi yang dikenal super vokal ini menjelaskan bahwa Komisinya telah melakukan pemanggilan hearing dua kali, dan resume rapatnya adalah menghentikan operasional Marvell City. "Tapi nyatanya saat ini juga belum jalan, Sudah jelas melanggar tak ada penindakan. Ada apa ini ?" tuturnya

Ia menambahkan, jika dalam waktu tertentu kasus pelanggaran IMB (Izin mendirikan Bangunan) tak ada perkembangan yang signifikan, pihaknya akan menggunakan hak bertanya (interpelasi) ke pemerintah kota.

"Karena sesuai SOP (Standard operasional prosedur) setelah peringatan, ada tahapan lagi, bau eksekusi," pungkasnya. (Ar)

Posting Komentar