Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Surabaya-Memo. Sudah jelas ada pencaplokan lahan aset milik Pemerintah Kota (Pemkot)Surabaya, namun kedua instansi yang bersangkutan yakni Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang yang membidangi segala macam perijinan bangunan saling lempar tanggung jawab  dengan (Dishub)Dinas Perhubungan yang membidangi fungsi jalan.

Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (CKTR) Kota Surabaya walau kini mengambil langkah tegas terkait penyalagunaan aset milik Pemerintah Kota Surabaya yang dilakukan oleh pengembang superblok Marvell City di Jalan Ngagel Raya Surabaya berupa sebidang tanah yang sebelumnya menjadi jalan umum bernama Jalan Upa Jiwa. Terkesan masih enggan mengambil tindakan tegas, Mengingat ijin IMB gedung Marrvel City yang diterbitkan olehnya tanpa ada pengawasan hingga sampai berdirinya gedung superblok tersebut.

Dengan berdalih apapun, kasus pencaplokan lahan yang kini terjadi dikarenakan lemahnya pengawasan dari instansi terkait.

Ery Cahyadi Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (CKTR) Kota Surabaya,menyampaikan bahwa pihaknya akan mencabut seluruh perijinannya, jika manajemen Marvell City tidak mengembalikan fungsi jalan Upa Jiwa dengan cara membongkar sendiri bangunannya.

"Untuk mengembalikan fungsi jalan, kami berharap agar segera dibongkar, namun jika tidak segera dilakukan, maka kami bisa mencabut seluruh perijinannya," terang, Ery saat dikonfirmasi disela-sela kegiatan bhakti sosialnya di wilayah kampung nelayan kejawan Lor Kenjeran. Jumat (20/5/2016)

Ery juga menyampaikan alasan, kenapa pihaknya tidak mengirim surat permohonan bantuan penertiban (bantib) kepada Satpol-PP Kota Surabaya terkait pelanggaran yang dilakukan oleh Marvell City.

"Pelanggaran ini memang lebih menyangkut soal fungsi jalan, maka permohonan Bantipnya cukup diajukan oleh Dishub," dalihnya.

Ditempat yang berbeda, Robben Rico Kasie Management Lalu Lintas Dishub Kota Surabaya, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Satpol PP serta Cipta Karya untuk melakukan langkah lanjut terhadap aset jalan seluas 15x100 meter, untuk dikembalikan menjadi jalan umum.

"Dishub berkeinginan jalan tersebut dikembalikan seperti semula, yang tadinya jalan tersebut aksesbilitas terbatas kita minta di kembalikan kebentuk semula," jelasnya, usai mengikuti rapat di Komisi A, Kamis (19/5/2016).
Saat kembali dikonfirmasi apaka akan dilakukan pembongkaran terhadap Marrvel City Robben Rico mengatakan.
"Dibongkar tidaknya saya tidak tahu, karena itu teknis, terkait ada bangunannya pihak Cipta Karya yang tahu, intinya kita ingin mengembalikan kebentuk semula, karena ini aset tidak boleh hilang," terangnya. Kalau kedua instansi saling lempar tanggung jawab maka tindakan tegas hanya menjadi teori belaka tetapi prakteknya kosong.

Untuk diketahui, Jalan Upa Jiwa yang keberadaannya di kawasan Super Block Marvell City Sekarang telah berubah fungsi menjadi pintu masuk, bahkan telah terbangun lahan parkir di area basemant berlantai dua, yang kini digunakan oleh tempat parkir pengunjung. (ck/Ss)

Posting Komentar