Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Tak Terima Ketum PP Jadi Tersangka, Rumah Kejati Jatim Dikepung
Surabaya-Memo. Ditetapkannya sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi penggunaan dana hibah kepada Kadin Jawa Timur La Nyala Matalitti atas pembelian IPO Bank Jatim. Ratusan Ormas Pemuda Pancasila (PP) mengepung rumah kediaman Kajati Rabu malam (16/3/2016) di jalan Jimerto Surabaya.
Untuk menjaga hal yang tidak diinginkan tak kurang dari 2 SSK, kekuatan Polrestabes Surabaya diturunkan untuk siaga Satu di kediaman Kajati Jatim dan sekitarnya, untuk melakukan pengamanan.
Sampai berita ini diturunkan, petugas Kepolisian masih tampak bersiaga di dalam dan di luar kediaman, sementara massa dari Ormas PP yang diketahui prow La Nyala ini juga terlihat sedang berkumpul di sekitar kediaman Kajati Jatim Jl Jimerto Surabaya.
Sekedar diketahui sebelumnya Kasipidsus Kejati Jatim I Made Suwarnawan menyampaikan bahwa pihaknya telah mengumpulkan dua alat bukti yang cukup terhadap kasus Kadin Jatim terkait kasus dugaan korupsi pada pembelian IPO dengan menggunakan dana hibah Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur dari Pemprov Jatim sebesar Rp 5,3 milliar kerugian negara.  
"LN (La Nyalla) ditetapkan sebagai tersangka. Penetapan tersangka ini setelah terkumpul lebih dari dua alat bukti yang cukup," ungkapnya, di kantor Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Jalan A Yani, Surabaya, Rabu (16/3/2016).
Penetapan Kejati yang dikeluarkan sprindik namun Sprindik No.Print.86/0.5/Fd.1/01/2016 tertanggal 27 Januari 2016 dan No.Print.120/0.5/Fd.1/02/2016 tanggal 15 Februari 2016. terkait Tindak pidana korupsi dan tindak pidana pencucian uang tidak sah dan tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat, maka Kepala Kejaksaan Tinggi Jatim pada 10 Maret 2016 kembali menerbitkan surat perintah penyidikan (umum) No.Print.256/0.5/Fd.1/03/2016.
Setelah terkumpul lebih dari dua alat bukti yang cukup, diterbitkan surat penetapan tersangka No.KEP-11/0.5/Fd.1/03/2016 tertanggal 16 Maret 2016 yang menetapkan La Nyalla Mattalitti sebagai tersangka kasus dugaan korupsi penggunaan dana hibah pada Kadin Jatim untuk pembelian IPO Bank Jatim.
Kejaksaan juga mengeluarkan surat perintah penyidikan No.PRIN-291/0.5/Fd.1/03/2016 tanggal 16 Maret 2016 tentang penyidikan perkara tipikor penggunaan dana hibah tahun anggaran 2012 pada Kadin Jatim untuk pembelian IPO Bank Jatim atas nama tersangka La Nyalla Mattalitti.
"Beli IPO atas nama pribadi dan uang pribadi tidak masalah. Ini atas nama pribadi tapi menggunakan dana hibah, kan nggak boleh," tambah Kasi Penyidikan Pidsus Dandeni Herdiana kepada media. Sampai hari Kamis (17/3/2016) demo dari Ormas Pemuda Pancasila (PP) masih berlanjut yang digelar didepan Kejati Jawa Timur. (ar)

Posting Komentar