Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Sidoarjo - Memo. Hujan deras yang menimpah Sidoarjo beberapa hari yang lalu lumpuhkan jalur Kereta Api rute Sidoarjo - Bangil. Banjir di Porong, Sidoarjo, Jawa Timur,  tingginya banjir yang mencapai 60cm beberapa pekan lalu dilintasan kereta api yang berada di Porong ini berdampak pembatalan rute KA Sidoarjo -Bangil.

Manajer Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasional (Daops) VIII Surabaya Suprapto menjelaskan, ketinggian banjir yang menggenangi rel di KM 32+5 hingga KM 33+2, Tanggulangin, Porong sejak Sabtu pagi tadi semakin tinggi.

"Ketinggian air makin parah, dengan ketinggian air mencapai 56 cm dari kop rel. Dan hingga pukul 12.00 WIB tadi, posisi ketinggian air mencapai 60 cm dari kop rel," ucap, Suprapto di kantornya, Jalan Gubeng Masjid, Jawa Timur, Sabtu (13/2/2016).
Surabaya.

Selain itu, imbuh Suprapto, KAI Daops VIII Surabaya mengupayakan membuat tanggul di rel yang terendam air tersebut dengan menyediakan ratusan karung pasir.

"Untuk sementara hari ini target 800 karung pasir kita siapkan dan 6 gerbong berisi batu kricak,"terang, Suprapto.

Akibat banjir tersebut, jalur rel yang melintas Sidoarjo - Bangil lumpuh total.

Suprapto melanjutkan, menghadapi hal tersebut, kami pihak PT KAI Daop 8 Surabaya juga memberlakukan berbagai skema di dalam pengaturan perjalanan kereta api yang melintas di wilayah tersebut.

Menurut dia, pengaturan tersebut antara lain ada perjalanan kereta api yang sebagian rutenya dibatalkan. Yakni, KA Penataran untuk rute Surabaya-Sidoarjo dibatalkan sehingga KA Penataran hanya berjalan dari Bangil-Blitar.

Lintasan kereta api di Porong, Sidoarjo, Jawa Timur, yang terendam banjir.
KA Probowangi untuk rute Surabaya-Sidoarjo dibatalkan, sehingga KA Probowangi hanya berjalan dari Banyuwangi. Penumpang kereta api kemudian melanjutkan perjalanan dengan menumpang bus yang disiapkan.

"Di mana pada hari ini yang akan menggunakan skema ini di antaranya KA Mutiara Timur (relasi Surabaya-Banyuwangi) dari Surabaya-Bangil, begitupun sebaliknya, menggunakan bus," ungkap Suprapto.

Suprapto menambahkan, dari Bangil-Banyuwangi menggunakan kereta api. "Seperti itu skemanya."

Begitu pula untuk KA Bima relasi Malang-Surabaya-Jakarta. Penumpang dari Malang ke Surabaya maupun sebaliknya menumpang bus, lalu dari Surabaya ke Jakarta menggunakan kereta api.

"Dan untuk skenario KA Jayabaya (relasi Malang-Surabaya-Jakarta). Dari Malang ke Surabaya begitupun juga sebaliknya, menggunakan bus. Lalu, dari Surabaya ke Jakarta menggunakan kereta api," lanjut Suprapto.

Adapun perjalanan kereta api seperti KA Logawa relasi Jember-Purwokerto dan KA Sritanjung relasi Banyuwangi-Lempuyangan dari Jember tidak menuju ke Surabaya. "Tapi langsung dari Jember-Bangil berbelok ke Malang-Kertosono-Jawa Tengah, begitupun sebaliknya," tambahnya .

Pada hari ini, PT KAI Daops VIII Surabaya juga telah menyiapkan 10 armada bus guna mendukung kelancaran arus penumpang.

Menyikapi hal tersebut diatas seharusnya PT KAI melakukan antisipasi jauh sebelum musim hujan datang dengan yakni membangun tanggul dititik rawan genangan banjir dan lain-lain. Saat dikonfirmasi melalui Phonsel di No 0813205xxxxx Manager Humas Daops VIII Suprapto terkait perkembangannya tidak menerima panggilant dari media ini walaupun di sms Humas PT KAI ini enggan memberikan komentarnya. Sampai berita ini diturunkan. (ar)

Posting Komentar